paus-mencium-patung-bayi-yesus3

“Merayakan Maria sebagai Bunda Allah dan ibu kita di awal tahun baru berarti mengingat kepastian yang akan menemani hari-hari kita: kita adalah umat yang memiliki seorang ibu; kita bukanlah anak-anak yatim,” kata Paus Fransiskus dalam Homili Misa Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah di Basilika Santo Petrus tanggal 1 Januari 2017.

Juga dikatakan bahwa merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah itu “mengingatkan kita bahwa kita bukan barang dagangan yang bisa dipertukarkan atau pengolah informasi. Kita adalah anak-anak, kita adalah keluarga, kita adalah umat Allah.”

Foto-foto dari berbagai sumber yang diambil dari Radio Vatikan ini memperlihatkan Paus Fransiskus saat memegang Doa malam di hari terakhir tahun 2016 yang memberkati umat dengan Berkat Sakramen Mahakudus dalam Monstran, juga bagaimana Paus mencium patung bayi Yesus, dan sebuah gambaran saat Paus berhenti sejenak dan menyalami Garda Swiss saat berkunjung ke Kandang Natal di tengah Lapangan Santo Petrus malam itu . Foto-foto yang lain menggambarkan Paus Fransiskus saat memimpin Misa Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah atau Misa Tahun Baru 2017.(pcp)

suasana-misa-sp-maria-bunda-allah3

suasana-misa-sp-maria-bunda-allah

paus-dalam-misa-santa-perawan-maria-bunda-allah

paus-menyalami-garda-swiss

berkat-sakramen-mahakudus2

paus-memberkati-dengan-monstrans1suasana-misa-sp-maria-bunda-allah2

 

Tinggalkan Pesan