luke-2-16-21

HARI RAYA SP MARIA BUNDA ALLAH (P)

Hari Perdamaian Sedunia; Santo Almakios

Bacaan I: Bil. 6:22–27

Mazmur: 67:2–3.5.6.8; R:2a

Bacaan II: Gal. 4:4–7

Bacaan Injil: Luk. 2:16–21

Setelah mendengar berita kelahiran penyelamat dunia, para gembala cepat-cepat berangkat ke Betlehem dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. Tetapi, Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. Maka, kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka. Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

Renungan

Selamat Tahun Baru untuk kita semua. Membaca perikop bacaan pertama rasanya melegakan. Hidup kita benar-benar ditentukan seberapa dekat kita dengan Allah. Sungguh indah mengetahui bahwa Allah memberkati, melindungi, menerangi, dan memberi kasih karunia (bdk. Bil. 6:24-26). Hidup hanyalah sepanjang napas, tetapi ketika Tuhan menyempurnakan dengan napas kasih-Nya, hidup menjadi lebih ringan dan indah. Lebih indah lagi kedekatan ini digambarkan sebagai hubungan anak dan orangtuanya. Bapa dan anak adalah gambaran ideal kedekatan orang beriman dengan Allah (bdk. Gal.4:7).

Kelahiran Yesus telah menjadi bukti betapa dekat dan besar kasih Allah Bapa kepada kita. Kehadiran Allah menjadi nyata dalam diri Yesus. Ketika kita mengalami pengalaman tidak menyenangkan atau pengalaman yang menyedihkan, sering kita mempertanyakan keberadaan Allah. Tidak jarang kita juga mempertanyakan keadilan Allah. Hari ini melalui bacaan-bacaan yang ada, kita diajak untuk menyadari bahwa Allah hadir di antara kita melalui banyak cara. Allah hadir dalam orang-orang di sekitar kita, melalui bacaan yang sedang kita baca, melalui sapaan orangtua, dll. Allah selalu ada di dekat kita, yang kita butuhkan untuk menyadari kehadiran-Nya adalah hening dan mendengarkan suara-Nya melalui hati kita.

Ya Bapa, anugerahilah aku iman yang baik, yang mau mendengarkan-Mu, mau taat pada kebijaksanaan-Mu, dan mau memberi kesaksian akan kehadiran-Mu. Semoga Engkau berkenan menyertai setiap langkahku, demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

 

Tinggalkan Pesan