maria-dan-elisabeth

HARI BIASA KHUSUS ADVEN IV (U)
Novena Natal hari ke-6 – Santo Petrus Kanisius

Bacaan I: Kid. 2:8-14 atau Zef. 3:14-18a

Mazmur: 33:2-3.11-12.20-21; R:1a.3a

Bacaan Injil: Luk. 1:39-45

Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: ”Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”

Renungan

”Bersorak-sorailah, hai putri Sion!” Sebuah seruan indah yang menyuarakan saat keselamatan sudah tiba. Sorak gembira yang sama terungkap dari seorang Elisabet. Dua orang terberkati berjumpa dan sukacita pun merebak. Sungguh sebuah perjumpaan yang menarik. Bukan hanya bahwa Elisabet lalu bersorak girang dan memuji Maria, tetapi ini adalah perjumpaan dua orang yang berbagi sukacita. Keduanya adalah manusia yang mengalami misteri ilahi dan sejatinya mereka pun tidak tahu akan bagaimana ”nasib” mereka di dalam pusaran misteri itu. Tetapi kedua perempuan ”senasib” itu saling berbagi kekuatan, saling meneguhkan dalam iman bahwa apa yang mereka alami sungguh karya indah dari Allah, sebagaimana dikatakan Elisabet, ”berbahagialah ia yang telah percaya!”

Kita semua juga orang terberkati yang sering kali tidak mampu memahami misteri Allah dalam hidup kita. Oleh karenanya, bukankah perjumpaan Elisabet dan Maria merupakan teladan yang menarik? Dalam ketidakmampuan kita mengerti rencana Allah, kita bisa saling meneguhkan dengan berjumpa, saling berbagi cerita, saling menguatkan, dan memuji karya agung Allah dalam hidup kita.

Ya Tuhan, bukalah hatiku kepada kehadiran-Mu dalam diri sesama, supaya aku ber­sama semua orang yang aku jumpai, membangun persekutuan iman yang sejati dan saling mendukung dalam peziarahan hidup ini. Amin.

Tinggalkan Pesan