hut-paus

Paus Fransiskus menjadi selebran utama dalam Misa di Kapel Paulina di Istana Apostolik, Vatikan, di pagi hari 17 Desember 2016. Misa dirayakan dengan liturgi Sabtu pada Minggu Ketiga Adven dan para konselebran adalah para kardinal yang tinggal di Roma.

Alasan untuk perayaan liturgi yang luar biasa itu adalah ucapan syukur kepada Allah untuk kehidupan Paus Fransiskus, yang lahir 80 tahun yang lalu pada hari ini, 17 Desember 1936.

Dekan Kolese Kardinal, Kardinal Angelo Sodano, memberikan ucapan selamat atas nama semua yang hadir dan semua anggota kolese, dengan mengatakan, “Yesus yang bangkit menampakkan diri kepada para murid dan menyampaikan kata-kata yang terkenal kepada Simon-Petrus: ‘Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi aku lebih daripada mereka ini?’ Dan Rasul itu segera menjawab: ‘Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mencintai Engkau!’ Dengan cinta inilah Yang Mulia menjalankan misi-Nya hari ini di dunia. Kemudian kita tahu bahwa kita dekat dengan Anda, terutama hari ini, pada hari yang indah dalam kehidupan Anda ini.”

Kardinal Sodano selanjutnya mengatakan, “Doa kami akan selalu menyertai Anda, selalu sehat seperti yang kita ulangi dalam Misa Kudus setiap hari, dengan persekutuan dengan Tubuh dan Darah Kristus, semoga Roh Kudus menyatukan kita dalam Satu Tubuh dan itu adalah: bahwa dengan persekutuan dengan Tubuh dan Darah Kristus, semoga Kudus semangat mempersatukan kita dalam Satu tubuh. ”

Pada akhir Misa, Paus Fransiskus berterima kasih kepada para kardinal dengan mengatakan, “Selama beberapa hari ini, saya memikirkan sebuah kata yang nampaknya jelek – tidak? – pikun. Itu menakutkan: baru kemarin, [Manager Kantor Departemen Hubungan Luar Negeri di Sekretariat Negara Tahta Suci] Mgr [Luigi] Cavaliere memberi saya [salinan] De Senectute dari Cicero – benar? Sungguh tertulis di dalamnya [It. una Goccia di più]. Tidak lain tidak bukan, ingatlah apa yang saya katakan kepada kalian tanggal 15 Maret [2013], dalam pertemuan pertama kami: ‘Usia tua adalah kursi kebijaksanaan.’ Mudah-mudahan itu untuk saya, benar? Mari kita berharap semoga demikian.”

Bapa Suci juga mengenang sebuah baris kalimat dari penyair Romawi, Ovid: “Tacitu pede lapsa vetustas [dengan langkah-langkah tanpa bunyi, orang usia tua tergelincir satu langkah] Itu sebuah tamparan! Tapi juga, kalau orang memikirkan sebagai tahap kehidupan maka akan memberikan sukacita, hikmat, harapan, an orang mulai hidup lagi, bukan? Dan saya bisa memikirkan puisi lain yang saya kutip untuk kalian hari ini juga [dari penyair Jerman, Hölderlin]: Es ist ruhig, das Alter, und fromm, “Usia tua itu tenang dan religius.”

Pada hari sabtu itu, Paus Fransiskus juga bertemu dengan komunitas Nomadelfia di Vatikan. Nomadelfia adalah sekelompok relawan Katolik yang berusaha untuk membangun peradaban baru menurut Injil, yakni hidup dengan cara berdasarkan umat Kristen awal.

Dalam renungan tentang Anak Allah yang menjadi manusia, Paus mengatakan, Adven adalah kesempatan untuk merefleksikan bagaimana kita seharusnya tidak “menempatkan diri di atas orang lain, tetapi kita dipanggil untuk merendahkan diri kita sendiri, untuk melayani karena kasih kepada yang paling lemah, untuk membuat diri kita sebagai yang paling kecil.”

Bapa Suci refleksikan tentang pendiri komunitas Nomadelfia, Pastor Zeno Saltini. Pastor Saltini, kata Paus, tetap “hadir untuk kita hari ini sebagai contoh dari seorang murid Kristus yang setia yang, dengan teladan guru Ilahi, membungkukkan diri terhadap penderitaan dari orang yang paling lemah dan miskin, menjadi saksi amal kasih yang tak habis-habisnya.”(pcp berdasarkan Radio Vatikan)

paus-bersama-komunitasa-nomadelfia-community

 

 

Tinggalkan Pesan