paus-tentang-natal1

Pada Natal (tahun) ini, Paus Fransiskus meminta kita untuk membuka hati pada pesan keselamatan yang dibawa oleh Anak Kristus, Anak Allah yang menunjukkan kekuatan besar-Nya dengan memeluk yang kecil, yang lemah, dan yang miskin.

“Inilah kejutan dari Allah yang anak kecil, Allah yang miskin, Allah yang lemah, Allah yang melepaskan kebesaran-Nya guna mendekati setiap kita,” kata Paus Fransiskus dalam katekese bertema “harapan umat Kristen” dalam Audiensi Umum hari Rabu, 14 Desember 2016, seraya mengatakan bahwa Kerajaan yang Yesus bawa saat kelahiran-Nya meminta kita menjadi pewarta bersukacita dalam dunia yang “merindukan keadilan, kebenaran, dan perdamaian.”

Paus memfokuskan renungannya pada kata-kata dari Nabi Yesaya: “Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan pembawa berita.” (Yes 52:7,9-10)

Kata-kata ini, kata Paus, membantu kita mempersiapkan diri untuk pesta Natal yang akan datang dengan membuka diri terhadap harapan keselamatan.

Nabi itu meminta umat Allah bersukacita, karena Tuhan sudah dekat, Dia membawa kebebasan dari pengasingan dan janji pembaruan dan penebusan bagi “sisa-sisa” umat beriman yang terus berharap akan firman-Nya.

Paus Fransiskus mencatat apa yang dikatakan nabi itu “bukan tentang pembawa berita tapi kedatangan (langkah) dari pembawa berita itu.”

Dibandingkan dengan seruan mempelai perempuan dalam Kidung Agung (Kid 2: 8), Paus mengatakan, “Begitu juga pewarta perdamaian bergegas membawa warta pembebasan, keselamatan, dan pemakluman bahwa Allah berkuasa.”

Kerajaan Allah, kata Paus, berarti “Allah tidak meninggalkan umat-Nya dan tidak membiarkan mereka dikuasai oleh setan, karena Ia setia dan kasih karunia-Nya lebih besar daripada dosa … Dan pemenuhan dari cinta yang begitu besar sesungguhnya adalah Kerajaan yang didirikan oleh Yesus, Kerajaan pengampunan dan perdamaian, yang kita rayakan pada hari Natal dan yang dimanifestasikan secara meyakinkan pada hari Paskah.”

“Inilah alasan-alasan harapan kita. Ketika semuanya tampaknya berlalu, ketika di wajah begitu banyak realitas negatif iman nampak membosankan dan muncul godaan untuk mengatakan bahwa semua sudah kehilangan maknanya, sebaliknya, [lihatlah] kabar baik yang dibawa oleh langkah-langkah cepat itu: Allah akan datang membaharui semuanya, membangun kerajaan perdamaian. Allah telah ‘mengulurkan tangan-Nya’ dan membawa kebebasan dan penghiburan.”

Paus Fransiskus selanjutnya mengatakan bahwa, diperkuat dengan janji ini, kita dapat menghadapi kesulitan dalam keyakinan bahwa kuasa Allah telah dimulai, dan bahwa kita sendiri dipanggil untuk menjadi pewarta bersukacita dalam dunia yang “merindukan keadilan, kebenaran, dan perdamaian.”(pcp berdasarkan Radio Vatikan)

Tinggalkan Pesan