paus-tawadros

Paus Fransiskus berdoa bagi para korban serangan teroris yang terjadi beberapa jam sebelum Doa Angelus di hari Minggu, 11 Desember 2016. Di Mesir, bom di luar Katedral Koptik Santo Markus di Kairo menewaskan sedikitnya 25 orang pada hari Minggu pagi; di Somalia, seorang pembom bunuh diri menewaskan lebih dari selusin orang di Mogadishu di hari Minggu pagi; dan di Turki, setidaknya 38 orang tewas dalam serangan bom kembar di luar stadion sepak bola di Instanbul pada Sabtu malam. “Dan kami juga berdoa bagi para korban beberapa serangan teroris mengerikan yang melanda berbagai negara dalam beberapa jam sebelumnya,” kata Paus Fransiskus setelah Doa Angelus. Paus mengatakan, “Saya ingin mengungkapkan kedekatan khusus kepada saudaraku Paus Tawadros II [Patriark Gereja Ortodoks Koptik Alexandria] dan kepada umatnya, dan saya berdoa bagi yang meninggal dan terluka.” Di pagi hari 12 Desember 2016, Paus menelepon Paus Tawadros II, guna mengungkapkan belasungkawa atas serangan ke gereja itu, khususnya bagi para wanita dan anak-anak yang paling banyak menjadi korban serangan itu.

suriah

Paus Fransiskus mengirim surat kepada Presiden Suriah, Bashar al-Assad, melalui Nuntius Apostolik untuk Suriah Kardinal Mario Zenari. Dalam surat itu Paus memohon agar “kekerasan diakhiri dan (ditemukan) resolusi damai atas permusuhan-permusuhan” di negeri itu. Sebuah komunike dari Kantor Berita Tahta Suci yang dirilis pada tanggal 12 Desember 2016 mengatakan, “Dengan mengangkat Uskup Agung Mario Zenari masuk ke dalam Kolese Para Kardinal, Bapa Suci berusaha secara khusus menunjukkan kasih sayang kepada orang-orang Suriah tercinta, yang begitu berat teruji dalam beberapa tahun terakhir. “Dalam surat yang dikirim melalui kardinal yang baru itu, Paus Fransiskus sekali lagi berseru kepada Presiden Bashar al-Assad dan kepada masyarakat internasional untuk mengakhiri kekerasan, dan menyelesaikan permusuhan-permusuhan secara damai, seraya mengutuk segala bentuk ekstremisme dan terorisme dari mana pun juga, dan meminta kepada Presiden untuk memastikan bahwa hukum kemanusiaan internasional dihormati agar warga sipil dilindungi dan mendapat akses untuk menerima bantuan kemanusiaan.”

ulang-tahun-paus

Vatikan telah menciptakan alamat email baru bagi yang ingin mengirim pesan Ulang Tahun bagi untuk Paus Fransiskus yang akan berusia 80 tahun pada 17 Desember 2016. Menurut stafnya, Paus Fransiskus akan bekerja “seperti biasa” pada hari itu. Paus akan menerima Presiden Malta dalam audiensi dan kemudian bertemu dengan Prefek Kongregasi Para Uskup Kardinal Marc Oullet, dan tamu-tamu serta pejabat-pejabat Vatikan lainnya. Paus juga akan merayakan Misa di Kapel Paulina Vatikan, bersama para Kardinal yang tinggal dan bekerja di Roma. Tujuh alamat email Vatikan yang baru telah dibuat, agar orang-orang yang ingin mengucapkan selama bisa mengirim pesan ulang tahun untuk Paus. Pesan dapat dibiarkan di Italia, Inggris, Perancis, Spanyol, Portugis, Jerman, Polandia dan Latin.

Alamat-alamat  email itu adalah:

Papafranciscus80@vatican.va (Latin)

PapaFrancesco80@vatican.va (Italia)

PapaFrancisco80@vatican.va (Spanyol/Portugis)

PopeFrancis80@vatican.va (English)

PapeFrancois80@vatican.va (Perancis)

PapstFranziskus80 @vatikan.va (Jerman)

PapiezFranciszek80@vatican.va (Polandia)

Juga diciptakan sebuah hashtag media sosial yakni # Ponitfex80

(pcp berdasarkan Radio Vatikan)

Tinggalkan Pesan