by_what_authority_do_you_these_things_001

PEKAN ADVEN III (U)
Santa Yohanna Fransiska de Chantal;
SP Maria Dari Guadalupe

Bacaan I: Bil. 24: 2-7.15-17a

Mazmur: 25: 4bc-5ab.6-7c.8-9; R: 4b

Bacaan Injil: Mat. 21: 23-27

Pada suatu hari Yesus masuk ke bait Allah. Ketika Ia sedang mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: ”Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?” Jawab Yesus kepada mereka: ”Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu. Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?” Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: ”Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi.” Lalu mereka menjawab Yesus: ”Kami tidak tahu.” Dan Yesus pun berkata kepada mereka: ”Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”

Renungan

Kuasa Allah atau kuasa Iblis? Kisah Bileam menunjukkan betapa kuasa Allah melampaui segala kuasa. Seorang ”tukang tenung” sakti dengan mudahnya diubah menjadi pengucap berkat bagi Israel. Menentukan dari mana sebuah kuasa datang bukan perkara mudah. Tetapi dari kisah Bileam dan Yesus, ada sebuah benang merah yang menegaskan bahwa kuasa Allah itu menghadirkan berkat, kesembuhan, dan pembebasan. Itulah karakter kuasa Allah, yang membedakan dari kuasa jahat.

Pohon dikenal dari buahnya. Buah yang muncul dari Allah adalah berkat dan keselamatan. Buah yang sama pula yang mestinya lahir dari anak-anak Allah. Kuasa dan kemampuan, apa pun itu, bukan sebuah sarana untuk kemuliaan dan kepentingan diri sendiri, bukan pula untuk mencari sensasi, melainkan karunia untuk menghadirkan berkat dan keselamatan kepada sesama.

Tuhan Yesus, runtuhkanlah gunung kesombonganku dan bantulah aku menjadi anak-anak Allah yang rendah hati supaya aku tidak mencari kemegahan diri sendiri. Amin.

Tinggalkan Pesan