hari-raya-maria-dikandung-tanpa-dosa-p

PEKAN ADVEN II
H
ARI RAYA MARIA DIKANDUNG TANPA DOSA (P)

Bacaan I: Kej. 3:9-15.20

Mazmur: 98:1.2-3ab.3c-4; R: 1ab

Bacaan II: Ef. 1:3-6.11-12

Bacaan Injil: Luk. 1:26-38

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: ”Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: ”Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu: ”Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: ”Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Kata Maria: ”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Renungan

Pada tahun 1854, Paus Pius IX menetapkan dogma Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa. Titik tekan dari dogma ini adalah iman akan penebusan Kristus yang menyucikan orang beriman. Bunda Maria adalah teladan iman sejati, putri Allah yang setia melakukan kehendak-Nya sehingga ia memperoleh keistimewaan sebagai orang pertama yang ditebus oleh Sang Putra.

Penebusan Kristus tidak hanya menghapuskan dosa, melainkan sungguh mengembalikan manusia kepada hakikat asali, yaitu gambar dan rupa Allah yang kudus. Inilah Kabar Sukacita yang mau disampaikan Gereja melalui perayaan Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa. Rahmat yang diterima Bunda Maria sekaligus merupakan sebuah tanda bahwa semua orang beriman yang setia akan memperoleh anugerah serupa: dibebaskan dari dosa dan dipulihkan kembali untuk menjadi citra Allah yang tak bercela.

Dalam kitab Kejadian dikisahkan bagaimana ibu semua manusia, Hawa, ”membuka” pintu neraka dengan ketidaktaatannya, sementara Injil Lukas menampilkan Ibu Gereja, Maria, yang ”membuka” pintu surga karena ketaatannya. Pesannya jelas, jalan penebusan dan kekudusan menuntut ketaatan manusia pada kehendak Allah. Jika kita taat dan setia sampai akhir, dalam untung dan malang, kita akan selamat.

Ya Tuhan, anugerahkanlah Roh ketaatan kepadaku dan jadilah kehendak-Mu dalam hidupku. Amin.

Tinggalkan Pesan