domba-hilang

PEKAN ADVEN II (U)
Santo Nikolaus Dari Myra

Bacaan I: Yes. 40:1-11

Mazmur: 96:1-2.3.10ac.11-12.13-14; R: Yes. 40:10ab

Bacaan Injil: Mat. 18:12-14

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.”

Renungan

”Gloria Dei Homo Vivens” (Santo Irenaeus). Kehidupan manusia adalah kemuliaan Allah. Bukan berarti bahwa kemuliaan Allah tergantung pada hidup manusia, melainkan sebuah pernyataan iman akan kasih Allah yang sedemikian besar kepada manusia sehingga manusia menjadi ”pusat perhatian” Allah. Oleh karena itu, Ia tak henti-hentinya berusaha supaya semua manusia berada bersama sebagai satu kawanan. Setiap pendosa akan dicari-Nya dan akan sangat besar sukacita-Nya bila ‘yang hilang dan tersesat’ (yang berdosa) telah ditemukan kembali.

Inilah kiranya pesan yang hendak disampaikan Yesus melalui perumpamaan domba yang hilang. Fokusnya ada pada kasih Bapa yang mengumpulkan semua anak-Nya dan bersukacita karena tinggal bersama Dia. Tidak akan ada yang hilang maupun terlupakan. Sebuah peneguhan yang melegakan dari Yesus yang mendorong kita untuk semakin berani menyandarkan hidup kepada Allah, Bapa kita yang baik.

Tuhan Yesus, Gembala yang baik, tuntunlah aku supaya selalu berada dalam kawanan domba-Mu dan setia melangkah di jalan-Mu. Amin.

Tinggalkan Pesan