paralyzed_290114

PEKAN ADVEN II (U)
Santo Sabbas; Santo Reinardus;
Santo Philipus Rinaldi; Beato Bartolemeous Fanti

Bacaan I: Yes. 35:1-10

Mazmur: 85:9ab-10.11-12.13-14; R: Yes. 35:4d

Bacaan Injil: Luk. 5:17-26

Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhu­bung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membong­kar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: ”Hai saudara, dosamu sudah diampuni.” Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: ”Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?” Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: ”Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu? Manakah lebih mudah, menga­ta­kan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” -berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu-: ”Kepada­mu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: ”Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan.”

Renungan

Mana yang lebih mudah, menghakimi atau membebaskan? Dalam tradisi Kitab Suci, penyembuhan adalah tanda kuasa Allah. Dengan kata lain, orang yang mampu menyembuhkan dipandang sebagai orang yang dilimpahi kuasa Allah atau disertai Allah. Demikianlah penginjil Lukas menunjukkan bahwa kuasa Tuhan menyertai Yesus.

Namun bagi Yesus penyembuhan tidak hanya mengenai penyakit fisik. Yesus membidik persoalan dasar yang melumpuhkan manusia: dosa atau penolakan atas kasih Allah. Manusia lumpuh, buta, tuli, dan terbelenggu sehingga tak mampu mengenali kehadiran Allah dalam hidup. Dalam situasi ini, Yesus menunjukkan kuasa pembebasan dari Allah. Dia adalah ”Allah sendiri yang datang untuk menyelamatkan” (bdk. Yes. 35:4). Ia bukan hanya melakukan ”hal-hal yang sangat meng­herankan”, tetapi, lebih dari itu, menunjukkan bahwa di dalam Allah manusia dibebaskan dari dosa dan dibangkitkan untuk berjalan bersama Allah.

Penyembuhan yang dilakukan Yesus adalah sebuah pesan bagi setiap manusia bahwa Kerajaan Allah sudah datang dan keselamatan manusia sungguh nyata. Berbahagialah kita yang berkenan menyambut kedatangan-Nya dan menerima Dia sebagai Juru Selamat. Kita siap-siap menyaksikan hal-hal yang  sangat menakjubkan dalam dan bersama Yesus.

Tuhan Yesus Kristus, mampukan aku untuk mengenal kehadiran-Mu dalam kehidupanku dan sembuhkanlah aku orang yang berdosa ini. Amin.

Tinggalkan Pesan