berdoa

PEKAN BIASA XXXIV (H)
Santo Yohanes Berchmans; Santo Silvester Gozzollini;
Santo Leonardus Porto Morizio; Sarbel Maklouf

Bacaan I: Why. 22:1-7

Mazmur: 95:1-2.3-5.6-7; R: Why. 21:20b

Bacaan Injil: Luk. 21:34-36

Pada waktu itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

Renungan

Tidak seorang pun tahu apa yang akan terjadi esok. Orang hanya dapat menduga, namun tidak berkuasa menentukan kepastian dan kebenaran. Satu hal yang pasti bahwa hidup akan terus berjalan. Hidup mesti diisi dan dimaknai dengan baik melalui tindakan dan perbuatan yang berguna bagi sesama. Sikap hidup yang baik menjadi cara dalam mengisi penziarahan hidup di dunia ini. Perbuatan baik ini mesti ditopang oleh hidup rohani. Doa adalah sikap rohani yang menjadi sarana komunikasi manusia dengan Allah. Karena itu, dalam doa dimungkinkan adanya relasi yang erat antara manusia dengan Allah Sang Pencipta. Kesetiaan beriman dengan mengisi hidup yang bernilai bagi diri dan sesama menghantar kita pada kehidupan abadi, yakni kehidupan baru di langit dan bumi yang baru, dimana Kristus sendiri adalah awal dan akhir (bdk. Why. 21:6).

Dalam dunia dewasa ini, kita pun dihadapkan pada berbagai persoalan yang kerapkali menggerogoti hidup dan semangat iman. Yesus memberikan nasihat untuk selalu setia dalam hidup dan menatanya serta senantiasa mengarahkan relasi kepada-Nya tiada henti. Keteguhan dan kesetiaan demikian akan menghantar kita pada hidup baru dan kekal, dalam kesatuan bersama Kristus sendiri.

Apakah kita sudah menata hidup beriman dengan lebih baik dan dewasa? Sejauh mana kita telah memaknai hidup sebagai seorang Kristiani?

Tuhan Yesus, bukalah hatiku untuk merindukan langit dan bumi yang baru dimana Engkau sendiri berkuasa penuh cinta. Ajarilah aku memahami penyelamatan-Mu dalam segala hal. Amin.

Tinggalkan Pesan