fig-tree

PEKAN BIASA XXXIV (H)
Santo Katarina dari Aleksandria, Perawan/Martir
Beata Elisabeth dari Reute

Bacaan I: Why. 20:1-4.11–21:2

Mazmur: 84:3.4.5-6a.8a; R:Why. 21:36

Bacaan Injil: Luk. 21:29-33

Pada waktu itu, Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: ”Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”

Renungan

Salah satu keutamaan masyarakat di masa lalu ialah kemampuan untuk membaca tanda-tanda alam. Setiap peristiwa alam yang terjadi dikaitkan dengan tatanan hidup manusia. Kemudian dibutuhkan pengudusan diri dengan ritus tertentu yang berdampak dalam etika kehidupan untuk menata perihidup sehari-hari. Tujuannya agar hidup ke masa depan menjadi lebih baik, aman dan tenteram.

Yesus datang ke dunia untuk mewartakan Kabar Gembira Kerajaan Allah. Kabar Gembira yang diwartakan-Nya hadir menyata dalam hidup manusia karena Ia sendiri adalah Kabar Gembira itu. Kabar Gembira dari Kerajaan Allah adalah sebuah tatanan kehidupan baru yang berlandaskan kasih, kedamaian, dan dunia yang dilingkupi semangat keadilan. Hidup yang dilandaskan kasih ini akan disempurnakan secara nyata dalam kehidupan baru, yang dilukiskan oleh penulis Kitab Wahyu dengan Yerusalem baru yang turun dari surga (bdk. Why. 21:2).

Setiap orang diundang untuk menerima warta Kerajaan Allah dan mewujudnyatakannya dalam hidup sehari-hari. Perwujudannya dimulai dalam semangat pembaruan diri dan penataan kehidupan agar menjadi lebih baik. Dengan demikian, langit dan bumi yang baru sungguh nyata dalam hidup setiap orang.

Ya Tuhan Yesus, nyatakanlah kiranya Kerajaan-Mu dalam hidupku agar aku semakin memahami rahasia cinta-Mu yang tiada batas. Amin.

Tinggalkan Pesan