la-morte-di-christors

PEKAN BIASA XXXIV (H)
Santo Klemens I, Paus Martir; Santo Kolumbanus;
Beato Mikhael Agustinus Pro

Bacaan I: Why. 15:1-4

Mazmur: 98:1-2.3ab.7-8.9; R: Why. 15:3b

Bacaan Injil: Luk. 21:12-19

Pada waktu itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Akan datang harinya kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.”

Renungan

Identitas Kristiani sering kali menjadi persoalan di tengah masyarakat yang mayoritas beragama lain. Acapkali mereka yang menunjukkan diri sebagai seorang Kristiani dengan cara tertentu diabaikan hingga diperlakukan diskriminatif. Bahkan untuk berbuat baik kepada orang lain pun akan segera dicurigai dengan tujuan kristianisasi. Pengakuan akan nama Yesus menjadi konsekuensi yang tidak selalu mudah.

Berhadapan dengan kesaksian iman ini kita tidak usah takut. Yesus memberikan jaminan untuk setia menyertai, membela, dan meneguhkan kesaksian hidup dan iman akan nama-Nya. Ia sendiri telah mengalami konsekuensi dari kesaksian-Nya tentang cinta Allah Bapa hingga wafat di salib. Namun, Ia mengatasi derita dengan jaya dalam kemenangan Paskah karena kesetiaan pada Bapa-Nya.

Bila kita setia dalam iman dan berani menunjukkan serta mewartakan cinta Allah dalam hidup, apa pun konsekuensinya, kita juga akan menikmati kemenangan bersama para kudus yang telah berjaya oleh karena iman mereka. Bersama mereka pun kita akhirnya dapat memuji Allah dalam kebahagiaan abadi. Yesus telah menjanjikan, ”Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” (Luk. 21:19).

Tuhan Yesus, sering kali aku cemas karena rapuhnya imanku. Kuatkan aku untuk berani memberi kesaksian tentang Engkau di mana pun aku berada. Amin.

Tinggalkan Pesan