yesus-20-nop

PEKAN BIASA XXXIII (H)
Santo Margarita dari Skotlandia, Santo Yohanes de Castillo, dan Santo Alphonsus Rodrigues; Santo Gertrudis dari Hefta

Bacaan I: Why. 4:1-11

Mazmur: 150:1-2.3-4.5-6; R: Why. 4:8b

Bacaan Injil: Luk. 19:11-28

Pada waktu Yesus sudah dekat Yerusalem, orang menyangka bahwa Kerajaan Allah akan segera tampak. Maka Yesus berkata: ”Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali. Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami. Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina. Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina. Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota. Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan. Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur. Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya. Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu. Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina. Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku.” Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

Renungan

Seorang ibu sedang menjemur padi di halaman rumahnya. Tiba-tiba seekor induk ayam dengan anak-anaknya datang dan mulai mematuk padi yang sedang dijemur. Melihat hal itu segera si ibu mengusir induk ayam dan anak-anaknya. Ketika ayam-ayam tersebut berlarian, butir-butir padi ikut berserakan dan berjatuhan dari tempat jemuran padi. Si ibu dengan sabar dan setia, di bawah terik matahari sambil bertudung handuk, memunguti setiap butiran padi yang jatuh berserakan. Satu per satu hingga akhirnya tiada lagi padi yang terserak di tanah.

Hal-hal kecil dan sederhana sering kali terabaikan. Entah karena dianggap kurang penting atau karena sepele. Orang lebih senang mengurus hal-hal yang hebat dan luar biasa agar mendapat peranan, pujian, atau kepopuleran. Inilah pesan dari perumpamaan Yesus tentang mina hari ini. Yesus mengajarkan sebuah sikap kesetiaan dalam segala perkara hidup ini. Setiap kita dianugerahi keutamaan dan kebaikan. Besar atau kecil, banyak atau sedikit, itu bukan soal, tetapi yang penting setia. Dalam iman dan kesetiaan inilah anugerah itu mesti kita kembangkan untuk membangun kehidupan di mana pun kita berada.

Ya Tuhan, berilah aku butir-butir kesetiaan dalam memaknai hidup dan anugerah yang telah Kauberikan padaku. Amin.

Tinggalkan Pesan