zakheus-003

PEKAN BIASA XXXIII (H)
Santo Albertus Agung

Bacaan I: Why. 3:1-6.14-22

Mazmur: 15:2-3ab.3cd-4ab.5; R: Why. 3:21

Bacaan Injil: Luk. 19:1-10

Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: ”Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: ”Ia menumpang di rumah orang berdosa.” Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: ”Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Kata Yesus kepadanya: ”Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Renungan

Siapakah di antara kita yang tidak berdosa? Siapa pula dari kalangan kita yang hidup sempurna? Sejujurnya mesti diakui bahwa setiap kita adalah pendosa, entah dosa dalam takaran kecil maupun besar yang kita lakukan. Untuk itulah Yesus datang ke dunia mencari dan menyelamatkan kita.

Setiap kita diundang untuk menerima tawaran keselamatan Allah dalam diri Yesus. Maka dituntut keterbukaan untuk mendengar, mencari, dan melihat serta menjawab undangan itu dengan semangat pembaruan dan pertobatan. Kerelaan hati dan pertobatan inilah yang memampukan kita menerima keselamatan dari Tuhan dalam hidup harian kita (bdk. Why. 3:19b). Sikap hati seperti ini dapat kita lihat dalam diri Zakheus hari ini. Walaupun tubuhnya pendek, simbol kurang percaya diri karena merasa berdosa dan hina, ia diam-diam berusaha melihat Yesus, bukan dengan bantuan orang lain, tetapi justru dengan bantuan alam, yakni melihat dari atas pohon. Ketika itulah Yesus melihat Zakheus sampai ke lubuk hatinya yang terdalam, lalu mau masuk ke rumahnya. Menarik bahwa alam bisa membantu kita untuk melihat Tuhan dan memungkinkan Tuhan mau masuk ke rumah hati kita.

Dalam segala ketidaklayakan di hadapan Tuhan, kita hendaknya selalu menyediakan hidup bagi Tuhan. Relasi personal dengan Tuhan menyata dalam sikap kepedulian terhadap sesama dan alam semesta, sebagai rumah kita bersama. Inilah sebagian dari tanda pertobatan kita. Dengan demikian, seperti Zakheus, kita pun akan mendengar Yesus berkata, hari ini telah terjadi keselamatan kepadamu, karena engkau pun anak Abraham (bdk. Luk. 19:9).

Tuhan Yesus, ampunilah aku orang berdosa ini dan berilah aku rahmat-Mu agar aku tidak berbuat dosa lagi mulai saat ini. Sebagai tanda pertobatanku, aku mau mencintai-Mu dalam diri sesamaku dan alam ciptaan-Mu. Amin.

Tinggalkan Pesan