sekretaris-lama-dan-sekretaris-baru

Salah satu agenda dalam Sidang Tahunan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) 2016 adalah pemilihan Sekretaris Eksekutif KWI. Setelah mendapat persetujuan dari peserta sidang, maka pemilihan tanggal 7 November itu berlangsung tertutup.

Dalam pemilihan Sekretaris Eksekutif KWI untuk menggantikan Pastor Edy Purwanto Pr yang sudah mengakhiri masa kerjanya di KWI, presidium mengusulkan dua nama yakni Pastor Paulus C Siswantoko Pr dari Keuskupan Purwokerto, dan Pastor Sipri Hormat Pr dari Keuskupan Ruteng, Manggarai, Flores. Dengan mengantongi 19 suara, Pastor Sipri Hormat terpilih sebagai Sekretaris Eksekutif KWI periode 2016-2019.

Peserta yang memiliki hak suara adalah 29 uskup, minus Uskup Timika Mgr Yohanes Philipus “Gaiyabi” Saklil, Uskup Agats Mgr Aloysius Murwito OFM, Uskup Samarinda Mgr Yustinus Harjosusanto MSF, Uskup Palangkaraya Mgr Aloysius Maryadi  Sutrisnaatmaka MSF, yang saat pemilihan minta izin ke rumah sakit.

Dengan terpilihnya Pastor Sipri Hormat, maka jabatannya sebagai Sekretaris Komisi Seminari akan diserahkan kepada penggantinya yang akan dipilih oleh Ketua Komisi Seminari Mgr Ludovikus Simanulang OFMCap.

Pastor Sipri Hormat lahir di Manggarai, NTT, 16 Juli 1966. Setelah menamatkan sekolah dasar, tahun 1980 dia masuk SMP Seminari Pius XII di Kisol, Manggarai, kemudian tahun 1983 masuk SMA Pius XII Kisol, Manggarai. Setelah menyelesaikan pendidikan Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero (STFK) Manggarai, 1991, dia menempuh pendidikan teologi di tempat yang sama dan selesai 1995.

Setelah ditahbiskan imam tahun 1955, Pastor Sipri Hormat menjadi Ketua Komkep Keuskupan Ruteng,  dan Pastor Kapelan di Paroki Cewonikit Ruteng. Selanjutnya sejak 1996 hingga 1997 menjadi Pendamping Para Frater TOR di Lela, Maumere, kemudian tahun 1998 menjadi Pastor Rekan Paroki Santo Paskalis Cempaka Putih, Jakarta Pusat

Tahun berikutnya, Pastor Sipri mendapat tugas belajar hingga licensiat di Universitas Lateran, Italia, hingga 2001, kemudian mengikuti kursus formasi di Gregoriana hingga 2002.

Kembali ke Indonesia, 2002, Pastor Sipri menjadi Staf Pembina Seminari Tinggi Ritapiret, Flores, hingga tahun 2012, dan selama bulan Juni dan Juli tahun 2011 pernah kembali ke Italia untuk Kursus Formasi di Varese. Sejak 2003 hingga 2012, Pastor Sipri juga menjadi staf dosen STFK Ledalero, dan sejak 2004 hingga 2012 menjadi Pembantu Ketua III STFK Ledalero. Pastor Sipri pernah menjadi Dosen Tamu pada STKIP Ruteng, sejak 2007 hingga 2011.

Ketika terpilih menjadi Sekretaris Eksekutif KWI, Pastor Sipri bertugas sebagai Sekretaris Komisi Seminari KWI dan Sekretaris Harian BKBLII KWI, serta Ketua Unio Indonesia periode 2014-2017. Unio Indonesia adalah paguyuban imam-imam diosesan atau projo (Pr).

Sebelumnya, diadakan pemilihan delegatus KWI episcopal Karismatik yang sebelumnya diemban oleh Alm Mgr Hilarius Moa Nurak SVD. Dari dua calon yakni Uskup Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM dan Uskup Malang Mgr Hendricus Pidyarto Gunawan OCarm, terpilih Mgr Pidyarto dengan 19 suara. Masa jabatannya hingga sidang sinodal berikutnya.

Sidang Tahunan KWI 2016 dimulai dengan tiga hari studi dengan tema “Membedah dan Mencegah Mentalitas serta Prilaku Koruptif”. Acara dilanjutkan dengan agenda mendengarkan laporan komisi dan lembaga KWI serta menelaah bersama seruan menyongsong Pilkada, seruan lawan korupsi, dan Pesan Natal Bersama PGI dan KWI 2016.

Sidang 11 hari itu dimulai 31 Oktober 2016 dan akan ditutup dengan Perayaan Ekaristi di Paroki Stella Maris Pluit, Kamis 10 November 2016, pukul 18.00 WIB. (paul c pati berdasarkan www.mirifica.net)

Keterangan foto: Sekretaris lama (kiri) Pastor Edy Purwanto Pr dan sekretaris baru (kanan) Pastor Sipri Hormat Pr

Tinggalkan Pesan