yesus-7

PEKAN BIASA XXXI (H)
Santo Willibrordus; Beata Maria Assumta Pallota;
Santo Ernestus; Santo Herkulanus; Beata Gratia dari Kotar

Bacaan I: Tit. 1:1-9

Mazmur: 24:1-2.3-4ab.5-6; R:6

Bacaan Injil: Luk. 17:1-6

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.” Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: ”Tambahkanlah iman kami!” Jawab Tuhan: ”Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

Renungan

Nama baik dan reputasi hidup seseorang biasanya menjadi rujukan dalam tugas maupun tanggung jawab hidup bersama. Maka adalah hal yang lumrah bila dalam hidup harian, sikap dan cara hidup yang baik dari seseorang sangat diperhitungkan untuk menuntun dan mengarahkan orang lain kepada hidup yang sesuai dengan citarasa bersama.

Rasul Paulus dengan tegas mengemukakan kriteria-kriteria yang mesti dihidupi oleh para Pemuka Jemaat. Kriteria hidup ini hendaknya menjadi panutan dan teladan bagi orang lain dalam bersikap. Aturan, tanggung jawab, dan kepercayaan yang diemban bukan sekadar ungkapan dan aturan semata, melainkan mesti dihidupi, terutama bagi para pelayan pastoral dan siapa pun yang diserahi tugas untuk menuntun hidup orang lain.

Agar mampu menghidupi dan melaksanakan kebaikan serta warta kebaikan ini dibutuhkan iman. Iman memampukan kita untuk hidup dalam semangat cinta, kerendahan hati dan pengampunan. Yesus memberikan nasihat yang jelas agar hidup selalu dituntun oleh iman. Iman akan Allah Bapa-Nya inilah yang mengarahkan manusia untuk sanggup melihat kebaikan-kebaikan dan mewartakan kebaikan itu dalam hidup bersama.

Tuhan, tambahkanlah imanku agar aku sanggup melihat kebaikan dan cinta-Mu serta mampu menerangi dunia dengan kasih-Mu. Amin.

Tinggalkan Pesan