paus-audiensi-antaragama6

Paus Fransiskus pada hari Kamis, 3 November 2016, mendesak perwakilan dari berbagai agama untuk meningkatkan perjumpaan damai antarumat beragama dan kebebasan beragama yang sejati. Ketika berbicara kepada sekitar 200 orang berkumpul di Vatikan untuk audiensi antaragama, Paus Fransiskus merefleksikan Tahun Belas Kasih yang sebentar lagi akan berakhir dengan mengatakan bahwa belas kasihan juga terbentang di dunia sekitar kita. “Kita dipanggil untuk melindungi rumah kita bersama dan mengamankannya dari konsumsi yang rakus dan tak terkendali.”

 

Paus menekankan bahwa dalam dunia yang sibuk dan berantakan saat ini kita memerlukan oksigen cinta yang menghidupkan. “Kami haus akan belas kasihan, dan tak ada teknologi yang mampu memuaskan kehausan itu. Kami mencari cinta bukan kesenangan sesaat, pelabuhan yang aman tempat mengakhiri pengembaraan kita yang penuh kegelisahan, pelukan yang selalu mengampuni dan mendamaikan.”

 

Kepada semua yang hadir Paus Fransiskus mengatakan tentang perlunya komitmen bersama “untuk pendidikan (yang membuat orang memiliki) kepala dingin dan rasa hormat, agar menjalani hidup yang lebih sederhana dan tertib.”

 

Di atas segalanya, Paus mendesak semua agama untuk ikut memulai jalan dialog, seraya menolak jalan percekcokan dan pikiran tertutup yang tanpa tujuan.

 

Paus mengimbau agar tidak pernah membiarkan lagi agama-agama, karena perilaku dari beberapa pengikutnya, menyampaikan pesan menyimpang yang tidak selaras dengan belas kasihan.

 

“Sayangnya, tidak ada hari yang berlalu tanpa terdengar tindak kekerasan, konflik, penculikan, serangan teroris, pembunuhan dan penghancuran. Mengerikan. Kadang kala, untuk membenarkan kebiadaban itu, nama agama atau nama Allah sendiri disebut. Semoga ada hukuman yang jelas atas sikap-sikap bengis yang mencemarkan kekudusan nama Allah dan menodai pencarian rohani umat manusia,” kata Paus.

 

Paus Fransiskus mengakhiri pesannya dengan menyerukan perjumpaan penuh kedamaian antarumat beragama dan kebebasan beragama yang sejati. “Tanggung jawab kita di hadapan Allah, terhadap umat manusia dan akan masa depan itu besar; kita diminta berupaya terus-menerus, tanpa kepura-puraan. Itulah panggilan yang menantang kita, langkah yang mesti dijalani bersama, demi kebaikan semua, dan dengan pengharapan.” (pcp berdasarkan Radio Vatikan).

paus-audiensi-antaragama4paus-audiensi-antaragama7

paus-audiensi-antaragama2

paus-audiensi-antaragama5 paus-audiensi-antaragama8

paus-audiensi-antaragama3

paus-audiensi-antaragama1

 

 

 

Tinggalkan Pesan