hari-raya-pengenangan-arwah

PEKAN BIASA XXXI
Hari Raya Pengenangan Arwah
Semua Orang Beriman (U/T)

Bacaan I: 2Kor. 4:14-5:1

Mazmur: 103:8.10.13-14.15-16.17-18

Bacaan II:Rm. 8:31b-35.37-39

Bacaan Injil: Luk. 23:33.39-43 (atau Yoh. 6:37-40)

Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalib­kan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya.

Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: ”Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!”Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: ”Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” Lalu ia berkata: ”Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Kata Yesus kepadanya: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

Renungan

Cinta selalu menghidupkan dan menghadirkan pribadi yang kita cintai dalam kenangan. Benarlah apa yang dikatakan oleh Gabriel Marcel, seorang filsuf kenamaan Perancis, ”Engkau tak boleh mati”. Maka kematian pun takkan mampu memisahkan ikatan cinta dengan orang-orang yang dicintai.

Yesus menunjukkan kekuatan cinta yang sebenarnya. Peristiwa hidup, kematian dan kebangkitan-Nya merupakan cinta nyata yang mendasari hidup setiap orang beriman kepada-Nya. Kristus yang bangkit inilah menguatkan dan meneguhkan hidup dan kepercayaan kita. Maka dasar ini pulalah yang meneguhkan setiap orang beriman untuk memberi kesaksian akan kasih Allah dalam situasi apa pun dan tantangan apa pun yang dihadapi. Karena kesetiaan cinta-Nya kita dapat mengatasi segala persoalan dengan kuat dan berani. Kesetiaan beriman memberi ganjaran kehidupan kekal bersama-Nya (bdk. Luk. 23:43).

Beriman kepada Yesus menuntut keberanian dan kesetiaan dalam situasi apa pun serta siap dengan segala risiko yang mungkin ada. Namun, kita percaya bahwa apa pun persoalan dan risiko yang kita hadapi, takkan pernah memisahkan kita dari kasih Allah dalam diri Yesus Tuhan (bdk. Rm. 8: 39). Hari ini kita kenang, dalam doa kita, semua saudara kita yang telah meninggal, teristimewa orang-orang yang kita cintai. Dalam iman kita percaya akan kekuatan kasih Allah dan akan janji keselamatan abadi bagi mereka semua. Semoga tak satu pun dari mereka terpisah dari kasih Allah.

Tuhan Yesus, ajarilah aku arti sebuah kesetiaan untuk selalu mencintai dan mengimani Engkau dalam seluruh hidup dan setiap langkahku. Dan semoga arwah semua orang beriman beristirahat dalam ketenteraman abadi bersama-Mu di surga. Amin.

 

Tinggalkan Pesan