812

PEKAN BIASA XXXI (H)
Santo Alfonsus Rodriques

Bacaan I: Flp. 2:1-4

Mazmur: 131:1.2.3

Bacaan Injil: Luk. 14:12-14

Yesus bersabda kepada orang Farisi yang mengundang Dia makan: ”Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

Renungan

Hari ini kita diajak untuk berbahagia melalui berbagi. Kebahagiaan itu terletak pada semangat berbagi yang tulus, mendahulukan sesama yang lebih membutuhkan, bukan pada hasrat untuk dihormati, atau supaya dikenang sebagai orang murah hati. Oleh karena itu, Yesus berkata: ”Apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. (Luk. 14: 13) Mereka adalah orang-orang yang tidak akan mampu membalas kebaikan kita.

Sikap di atas sungguh bertentangan dengan kodrat manusia. Kodrat kita kalau memberi akan memilih orang-orang yang menyenangkan, orang yang mempunyai rasa hormat dan orang yang bisa menghargai pemberian. Kalau kita hendak mengundang orang, pasti kita akan membuat daftar orang-orang yang pernah berbuat baik pada kita karena kita tidak mau disebut sebagai orang yang tidak tahu diri. Kita pun akan memilih pula orang-orang yang mempunyai kedudukan tinggi supaya menaikan martabat kita. Jadi memang, kita ini penuh perhitungan. Kalau kita memberi pada orang lain, kita harus memperhitungkan keuntungan yang dapat kita peroleh dari pemberian itu.

Sikap ini harus dirombak! ”… dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan” (Fil. 2:1). Kita harus melawan kodrat kita yang lemah ini, dan tiada pilihan lain bagi kita pengikut Yesus, karena kita sudah berada di dalam Kristus. Kita sudah menjadi milik Kristus: senasib dan sepikiran dengan Dia dalam segala sesuatu.

Ya Allah Roh Kudus, aku ini manusia lemah, tiada berdaya menghadapi kerapuhanku. Janganlah tinggalkan aku sendiran saat menapaki panggilan hidupku. Aku percaya, bersama-Mu aku dapat meraih kemenangan. Amin.

Tinggalkan Pesan