zakeus

PEKAN BIASA XXXI (H)
Santo Marcellus; Beato Angelus dari Acri;
Beato Dominikus Collin

Bacaan I: Keb. 11:22–12:2

Mazmur: 145:1-2.8-9.10-11.13cd-14; R:1

Bacaan II: 2Tes. 1:11–2:2

Bacaan Injil: Luk. 19:1-10

Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pe­mungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: ”Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: ”Ia menumpang di rumah orang berdosa.” Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: ”Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Kata Yesus kepadanya: ”Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Renungan

Dalam bacaan Injil hari ini, kita bisa membandingkan dua kontras yang sangat berlawanan. Saat Yesus mengatakan bahwa Ia hendak menumpang di rumah Zakheus, orang-orang yang melihat bersungut-sungut karena tindakan Yesus ini tidak masuk akal, sedangkan Zakheus bersukacita. Orang-orang itu berharap bahwa Yesus menegur, menghardik, bahkan memarahi Zakheus karena perbuatannya yang sering merugikan orang lain. Namun, sebaliknya Yesus malah menyapa Zakheus dengan namanya bahkan mau menumpang di rumahnya. Di mata orang-orang, perbuatan Yesus ini tidak masuk akal, apalagi Yesus adalah seorang pemimpin. Namun, di mata Allah, inilah tindakan keselamatan. Sapaan dan maksud baik Yesus untuk menumpang di rumah Zakheus justru membuahkan pertobatan total: ”Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat” (Luk. 19: 8). Mungkin orang-orang yang merasa diri benar pun belum pernah melakukan tindakan sedahsyat Zakheus.

Kita pun demikian, terlalu mudah untuk menjatuhkan hukuman, hinaan, cemooh dan ejekan saat melihat sesama kita melakukan kesalahan. Kita menganggap orang ini lebih rendah dan tidak layak disapa dengan kebaikan. Marilah kita renungkan apa yang difirmankan Allah, bahwa Dia mengasihi semua yang telah diciptakan-Nya dan menegurnya supaya kembali percaya kepada Allah. ”… supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik” (2Tes. 1:11). Mari kita membuka hati untuk mendengarkan teguran Yesus dan membiarkan Yesus masuk ke rumah hati kita.

Ya Bapa yang penuh belas kasih, Engkau senantiasa bersukacita dan bergembira kala melihat pertobatan anak-anak-Mu. Perkenankanlah aku untuk melakukan  pertobatan terus-menerus hingga diperkenankan menjadi anak-Mu yang sejati. Amin.

 

Tinggalkan Pesan