koten-walang

“Saya tidak pernah bayangkan akan ada paroki baru Koten Walang. Lahirnya paroki ini bukan karena kemauan saya, bukan karena pembicaraan para imam, para imam pasionis, tetapi karena anugerah dan karya besar Allah di tempat ini, akibat iman dan kepercayaan umat kemarin, hari ini, dan ke depan. Hanya karena iman dan kepercayaan, Allah sudah, sedang dan akan terus melakukan perbuatan besar di Koten Walang, dan terbentuklah paroki ke-49 di Keuskupan Larantuka ini.”

Uskup Larantuka Mgr Fransiskus Kopong Kung Pr berbicara dalam Misa Peresmian Paroki Santo Paulus dari Salib, Koten Walang, Larantuka, 20 Oktober 2016. Paroki, yang terletak di Koten Walang, Desa Latonliwo 2, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur itu, mencakup lima stasi.

Vikjen Keuskupan Larantuka Pastor Gabriel Unto da Silva Pr, Deken Larantuka Pastor Bernadus Adoe Kerans Pr, Pimpinan Kongregasi Sengsara Yesus Kristus (Pasionis) mewakili Provinsial Pasionis Indonesia Pastor Antoni CP serta belasan iman lainnya menjadi konselebran Misa itu.

Deken Larantuka membacakan Surat Keputusan Uskup Larantuka tertanggal 18 Oktober 2016 tentang pendirian paroki itu dan Mgr Kopong Kung memukul gong, menandatangani prasasti, serta melantik Pastor Patrisius Dua Witin CP sebagai Pastor Paroki Koten Walang. Dalam Misa itu Uskup Larantuka juga menerimakan Sakramen Penguatan kepada 300-an umat dan membaptis enam anak.

Dalam homili bertema “Kalau Bukan Tuhan Yang Membangun Sia-Sialah Pekerjaan Manusia.” (bdk Maszmur 127:1), Uskup Larantuka menegaskan bahwa pendirian paroki itu merupakan anugerah iman yang diberikan oleh Allah pada umatnya. “Anugerah iman yang sangat mahal, yang tidak bisa dibayar dengan uang atau pun tidak bisa dilakukan dengan cara apa pun oleh manusia,” tegas uskup seraya meminta umatnya untuk bersyukur atas karya agung yang konkret dari Allah itu.

Karya dan anugerah Allah di tempat itu, menurut uskup, ditambahkan oleh Kongregasi Passionis yang melayaninya. “Pasionis mempunyai spirit Paulus dari Salib. Pasionis memahami, bahwa Gereja dan umat itu lahir, bertumbuh dan berkembang dari salib. Dengan semangat salib, paroki baru ini lahir.”

Bersamaan dengan pendirian paroki, orang-orang perdana menerima Krisma untuk menegaskan kembali bahwa karunia-karunia roh yang diterima. “Kita semua menjadi anak-anak Allah yang hidup dan tampil menjadi saksi Kristus di tengah dunia yang maju. Setelah baptis menjadi saksi iman,” kata uskup.

Pastor Patris Witin mengatakan, spirit Santo Pelindung Santo Paulus dari Salib menegaskan bahwa paroki yang lahir dari rahim Pasionis bersama umat Koten Walang itu bertugas terus menanamkan semangat mewartakan Kristus yang tersalib. “Koten Walang merupakan satu salib, karenanya menjadi bagian penting dari karya pelayanan pastoral Kongregasi Pasionis. Meski begitu, sebagai anak dari Paroki Santo Lodovikus Waiklibang, Paroki Koten Walang masih sangat membutuhkan campur tangan, bimbingan dan kebersamaan.”

Paroki Koten Walang berdiri sebagai pemekaran kedua dari Paroki Waiklibang. Paroki Koten Walang lahir setelah 52 tahun Paroki Waiklibang yang berdiri tahun 1964. Selama ini, karya pelayanan pastoral cukup jauh dan medan teramat sulit.

Menurut Milan Liwun yang mengetuai panitia perayaan pendirian paroki itu, “Persiapan pemekaran paroki ini menghadapi banyak tantangan. Namun semua umat dan para pastor sungguh bekerja. Tugas ke depan memang penuh tantangan. Medan dan transportasi menantang, maka harus bekerja ekstra. Terima kasih untuk Ordo Pasionis yang telah memilih dan menerima tempat ini sebagai tempat karya pelayanan pastoral,” katanya. (Yuven Fernandez)

koten-walang-1

koten-walang-2

 

Tinggalkan Pesan