pope-francis-1

Dalam audiensi Tahun Yubileum Belas Kasih khusus hari Sabtu yang terakhir, Paus Fransiskus berbicara tentang peran dialog dalam membawa cinta yang berbelas kasih dari Allah kepada dunia. Saat menyampaikan pesan kepada orang banyak yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, 22 Oktober 2016, Paus memusatkan katekesenya pada dialog Yesus dengan wanita Samaria, seperti diceritakan dalam Injil Yohanes. Sintesis bahasa Inggris yang resmi dari homili Paus Fransiskus untuk audiensi umum Yubileum Belas Kasih di Vatikan berbunyi: “Saudara-saudari terkasih: Sepanjang Tahun Yubileum ini, kita telah merefleksikan belas kasih Allah dan tanggung jawab kita sendiri, sebagai pengikut-pengikut Yesus, untuk menjadi “murah hati seperti Bapa.” Dalam terang ini, sekarang kita berpaling pada dialog Yesus dan perempuan Samaria (Yoh 4: 6-15). Kenyataannya, melalui dialog kita mengenal dan menghormati orang lain; kita bisa melihat masing-masing pribadi sebagai karunia Allah. Betapa kita perlu mendorong dialog di dalam keluarga-keluarga kita, sekolah-sekolah kita dan tempat-tempat kerja kita! Karena hanya melalui dialog kita dapat benar-benar memahami orang lain dan kebutuhan-kebutuhan mereka, dan bekerja sama untuk kebaikan masyarakat dan kepedulian atas rumah kita bersama. Dialog antara agama bisa menjadi sumbangan nyata bagi pembangunan dunia perdamaian dan solidaritas. Allah telah menempatkan benih kebaikan dalam masing-masing kita dan Dia meminta kita untuk menggunakannya demi melayani ciptaan-Nya. Semoga lewat dialog, saling menerima dan kerjasama persaudaraan, kita membuat cinta yang penuh belas kasih dari Allah semakin jelas di dalam dunia kita. (pcp berdasarkan Radio Vatikan)

Tinggalkan Pesan