mgr-g-kherubim-pareira-svd_01

Hari Senin tanggal 27 September 2016, Uskup Maumere Mgr Gerulfus Kherubim Pareira SVD merayakan Misa Syukur Ulang Tahun ke-75, dan di saat itu Mgr Kherubim menegaskan bahwa sesuai ketentuan Gereja Katolik seorang uskup yang telah berusia 75 tahun memasuki masa pensiun. “Surat pensiun telah diajukan dan sudah dikabulkan, tapi kapan saya berhenti masih menunggu,” tegas uskup itu.

Dalam Misa Syukur di Gereja Katedral Maumere, Mgr Kherubim didampingi sekitar 70 imam konselebran. Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera, Wabup Paolus Nong Susar, Sekda Valens Sili Tupen, Ketua DPRD Rafael Raga, Anggota DPR RI Andreas Hugo Parera dan ratusan umat juga hadir dalam Misa itu.

Uskup Kherubim menjelaskan bahwa permohonannya untuk pensiun sudah dikabulkan nunc pro tunc (sekarang untuk nanti) yang berarti meski permohonannya sudah dikabulkan secara tentatif, namun Paus memerlukan waktu untuk mengangkat penggantinya, maka selama menanti proses pergantian Uskup Kherubim tetap berkarya sebagai uskup, dan kalau dia meninggal akan diangkat administrator. Pengangkatan uskup baru biasanya diikuti dengan penerimaan aktual pengunduran diri seorang uskup.

Saat itu Mgr Kherubim juga meminta kepada para imam untuk menjadi teladan untuk tidak berpesta pora. “Para imam harus memberi contoh yang baik. Jangan di mimbar meminta umat jangan pesta pora tetapi tidak memberikan teladan yang baik,” pinta uskup itu.

“Dalam Kitab Suci, Ayub memiliki iman yang teguh kepada Allah. Ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ayub sadar seluruh hidup dan kekayaannya adalah anugerah Tuhan. Seperti Ayub, Mgr Kherubim selama 75 tahun mempersembahkan seluruh hidupnya untuk Allah,” kata Direktur Puspas Keuskupan Maumere Pastor John Eo Towa Pr dalam homili.

Imam itu juga menggarisbawahi kesamaan Ayub dan Uskup Maumere yang merupakan figur yang jujur dan memiliki iman yang teguh kepada Allah. “Mgr Kherubim adalah sosok uskup pendoa yang setia. Seluruh hidupnya bermakna bagi Tuhan dan sesama,” kata Pastor John.

Ditegaskan bahwa mantan Uskup Weetabula yang memiliki moto tahbisan uskup “Ut Omnes Unum Sint” (Semoga Mereka Bersatu) itu memiliki kasih yang besar dan pelayanan yang tak kenal lelah walau usia senja. “Dalam bidang pendidikan, Uskup Kherubim mendirikan Seminari Bunda Segala Bangsa dan Sekolah Tinggi Kejuruan Christo Rei Keuskupan Maumere,” lanjut imam itu.

Di bidang pastoral, lanjut Pastor John, uskup itu sudah menyelenggarakan Sinode I Keuskupan Maumere yang berproses mulai dari Komunitas Basis Gerejani (KBG) dan menghasilkan dokumen strategis Keuskupan Maumere 2014-2018.

“Alasan ini mendasar bagi umat Keuskupan Maumere untuk bersyukur dan menimba kekayaan spiritual dari Bapak Uskup di hari ulang tahunnya yang ke-75,” tegas imam itu.

Lahir di Lela  tanggal 26 September 1941 anak kelima dari pasangan Yulius Aloysius Pareira dan Elisabeth da Iku Pareira itu ditahbiskan di Lela oleh Mgr Donatus Djagom SVD tanggal 22 Agustus 1971. Paus Yohanes Paulus II kemudian mengangkat Pastor Kherubim sebagai Uskup Weetabula dan ditahbiskan sebagai Uskup Weetabula tanggal 25 April 1986.

Uskup itu berhasil membangun Keuskupan Weetabula dan jumlah umat meningkat dari 42 ribu menjadi 152 ribu.

Tahun 2007, Uskup Agung Ende Mgr Abdon Longginus da Cunha Pr meninggal dunia. Uskup Maumere yang pertama Mgr Vinsentius Sensi Potokota Pr dipindahkan ke Ende menjadi Uskup Agung Ende, dan tanggal 19 Januari 2008 Mgr Kherubim dipindahkan ke Maumere dan mulai bertugas sebagai uskup kedua Keuskupan Maumere tanggal 25 April 2008.(Yuven Fernandez)

umat-yang-hdr-ultah-uskup-1

Tinggalkan Pesan