12 rasul

PEKAN BIASA XXIII (H)
Santo Thomas Tzugi

Bacaan I: 1Kor. 6:1-11

Mazmur: 149:1-2.3-4.5-6a.9b; R:4a

Bacaan Injil: Luk. 6:12-19

Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

Renungan

Bukan rahasia lagi, ada orang yang mengaku percaya kepada Yesus, tapi koq masih saja, dan bahkan sering, ia pergi ke dukun-dukun. Memang tidak jarang kita berjumpa dengan orang-orang yang rajin dalam doa dan aktivitas sosial, tetapi juga rajin untuk berkonsultasi dengan kekuatan-kekuatan gaib lainnya.

Paulus mengingatkan jemaaat di Korintus agar mereka menyelesaikan perkara-perkara yang terjadi atas cara orang beriman. Sebagai orang berdosa yang telah disucikan, dikuduskan dan dibenarkan oleh iman akan Yesus, mereka mestinya menyelesaikan perkara-perkara yang terjadi di kalangan mereka, orang-orang kudus, orang beriman. Kenyataan bahwa jemaat di Korintus masih juga berkonsultasi dengan orang-orang yang tak seiman, bagi Paulus hal tersebut mempermalukan mereka sendiri sebagai orang beriman. Yesus juga berkonsultasi dengan Bapa-Nya ketika Ia hendak memilih murid-murid-Nya. Melalui doa semalam suntuk, Yesus memperlihatkan kepada kita contoh dan teladan bagaimana orang beriman menghadapi persoalan dalam kehidupannya. Allah mestinya selalu dan senantiasa menjadi teman dan tempat untuk berkonsultasi. Kepada Dia kita berseru dan memohon penyelenggaraan ilahi-Nya.

Ketika kita mengalami berbagai problem dalam hidup, adakah Allah menjadi teman dan tempat untuk mengaduh, berkeluh kesah dan memohon pertolongan?

Ya Allah, kobarkanlah senantiasa dalam diriku hasrat untuk senantiasa mencari Engkau dan menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada Penyelenggaraan Ilahi-Mu. Amin.

Tinggalkan Pesan