Pastor Edy

Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Pastor Yohanes Rasul Edy Purwanto mengajak umat Katolik untuk mendoakan seluruh pemimpin negara Indonesia agar semakin bijaksana memimpin negeri ini. Selain itu, imam itu juga meminta umat menghormati mereka, tidak menghujat mereka, dan setia membayar pajak.

“Kita mendoakan agar pemimpin negara kita semakin bijaksana. Bila kita lihat di media sosial, ketika ada ketimpangan di masyarakat, yang ada cuma menghujat. Sebaiknya marilah kita doakan agar pemimpin bangsa kita semakin bijaksana,” kata Pastor Edy Purwanto dalam homili Misa memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Kemerdekaan RI, di Paroki Santa Helena, Curug, Tangerang, 17 Agustus 2016.

Misa dengan konselebran Kepala Paroki Santa Helena Pastor Lukas Sulaeman OSC bersama Pastor Eduard Daeli OSC dan Pastor Adi Purnomo OSC diikuti 600-an umat Katolik paroki setempat. Tema Misa itu adalah “Mencari Spiritualitas Santa Helena, menumbuhkan Semangat Nasionalis dan Cinta Ibu Bumi.” Tema itu sesuai spiritualitas Santa Helena yang turut menumbuhkan semangat nasionalis serta cinta ibu bumi (semesta).

Dikatakan, salah satu cara mencintai negara ini adalah tidak menghina dan menghujat pemimpin negara. “Marilah kita mengisi kemerdekaan sebagai orang merdeka, yang hidup sebagai hamba Allah, yang senantiasa melakukan kebaikan,” minta imam itu.

Pastor Edy menceritakan perjuangan Santa Helena ke Yerusalem untuk mencari dan menemukan relik kayu salib yang dipakai saat Yesus wafat di salib. Perjuangan lama itu membuahkan hasil. Dia menemukan relik salib itu dan digunakannya untuk menyembuhkan orang sakit dengan mengoleskannya pada bagian tubuh orang sakit.

Berkat perjuangan Santa Helena, lanjut imam itu, mayoritas warga Kekaisaran Romawi menjadi Katolik. “Inilah salah satu bukti bahwa Santa Helena ikut berjuang demi bangsa dan negaranya,” kata Pastor Edy seraya mengatakan jika HUT ke-71 RI mengusung tema “Indonesia Kerja Nyata” maka “kita hendaknya meneladani sosok Helena yang dikenal juga sebagai pekerja nyata, pekerja yang senantiasa bekerja dan terus bekerja supaya bisa mendapatkan kesejahteraan yang diharapkan.”

Misa itu merupakan hari keenam dari rangkaian novena yang dilakukan umat Paroki Santa Helena untuk menyambut pesta nama paroki, , 21 Agustus 2016. (Konradus R. Mangu)

 

Tinggalkan Pesan