Bishop Kevin dalam doa lintasiman

Kejutan tapi sangat signifikan. Itulah langkah Paus Fransiskus yang mengangkat Uskup Dallas Mgr Kevin Farrell sebagai prefek pertama Departemen Vatikan yang baru terbentuk (dengan istilah resminya  “dikasteri”) untuk Awam, Keluarga dan Kehidupan. Dengan demikian uskup itu menjadi prelatus senior Amerika pertama di Kuria Romawi. Vatikan membuat pengumuman itu tanggal 17 Agustus 2016.

Keputusan Paus Fransiskus memilih seorang uskup Amerika menjadi kepala departemen baru itu adalah tanda jelas penghargaan besar Paus terhadap Gereja di Amerika Serikat dan rakyat negeri yang Paus kenal dalam kunjungannya tahun lalu, demikian Gerard O’Connell dari Americamagazine.org melaporkan.

Orang-orang yang dekat dengan Paus membenarkan bahwa Paus sangat terharu dengan iman umat Katolik Amerika dan dengan antusias dan sambutan hangat yang diberikan kepada Presiden, Kongres dan rakyat Amerika saat Paus mengunjungi Washington, DC, New York dan Philadelphia.

Sumber-sumber Vatikan mengatakan, Paus Fransiskus memilih Uskup Farrell karena uskup itu dikenal sebagai gembala “berbau domba” yang telah melayani sebagai uskup selama 14 tahun, telah lama mendorong keterlibatan lebih besar dari kaum awam dalam kehidupan Gereja, dan dikagumi oleh rekan-rekannya dalam Konferensi Waligereja AS sebagai tokoh dialog.

Selain itu, Uskup Farrell telah memimpin dengan kehati-hatian dan keberanian, dan telah menunjukkan keterampilan yang cukup sebagai administrator Keuskupan Dallas, yang memiliki lebih dari satu juta umat, 74 paroki dan 41 sekolah. Dia langsung bertanggung jawab untuk 94 karyawan di kantor pusat keuskupan dan memiliki anggaran 25.500.000 dolar AS.

Dengan menunjuk Uskup Farrell sebagai kepala dikasteri Vatikan baru itu, Paus Fransiskus mengakui juga kontribusi signifikan yang telah dan terus diberikan oleh Gereja di Amerika Serikat untuk Takhta Suci dan Gereja universal.

Uskup Farrell, yang fasih berbahasa Italia dan Spanyol, menjadi prefek pertama kantor Vatikan baru yang baru akan berjalan 1 September 2016, dan bertanggung jawab atas peningkatan hidup Kristiani pada kaum awam, pasangan suami-isteri, keluarga, kaum muda dan misi mereka dalam Gereja dan masyarakat sipil. Prefek itu akan juga bertanggung jawab atas lembaga-lembaga dan gerakan-gerakan awam dalam Gereja.

Departemen baru, yang sangat diharapkan menjadi kongregasi, seperti kongregasi para uskup, klerus dan religius, tercipta dengan penggabungan dewan kepausan untuk awam, keluarga dan akademi kepausan untuk kehidupan. Departemen itu akan mulai bekerja dengan staf sekitar 35 orang dan akan dibagi menjadi tiga bagian: awam, keluarga dan kehidupan. Departemen itu akan memiliki sekretaris “yang mungkin saja seorang awam” dan tiga wakil sekretaris awam (satu untuk masing-masing bagian), sebagaimana tercantum dalam statuta yang disetujui Paus dan diterbitkan tanggal 4 Juni 2016.

Pengangkatan itu “merupakan berita menggembirakan dengan pertimbangan keterampilan pastoral yang sudah terbukti dari Uskup Farrell serta kemampuan administrasinya yang diakui,” demikian pernyataan yang baru dirilis hari ini oleh Kardinal Donald Wuerl dari Keuskupan Agung Washington.

“Di saat Bapa Suci kita meminta perhatian seluruh Gereja atas peran kaum awam dan pentingnya kegiatan pastoral yang kuat serta dukungan keluarga dan kehidupan pernikahan melalui pembentukan dikasteri baru ini guna memfokuskan dan mengkoordinasi pekerjaan ini, kepemimpinan yang akan dijalankan Uskup Farrell menjadi berkat bagi kita semua,” kata Kardinal Wuerl.

Uskup Farrell lahir di Dublin, Irlandia, 2 September 1947. Dia anak kedua dari empat anak laki-laki. Dia bertumbuh besar dengan berbicara bahasa Gaelic. Kakaknya, Brian, juga seorang uskup dan sekretaris Dewan Kepausan untuk Peningkatan Persatuan Umat Kristen.

Setelah belajar di sekolah Saudara-saudara Kristiani di Dublin, dia menjadi anggota Legiun Kristus tahun 1966. Ia mengunjungi Amerika Serikat tahun berikutnya saat penggalangan dana untuk misi di Amerika Latin.

Selama 10 tahun berikut, ia meraih tujuh gelar dalam berbagai mata pelajaran. Pertama, sarjana seni dari Universitas Salamanca di Spanyol, kemudian master filsafat dan lisensiat teologi dari Universitas Kepausan Gregoriana yang dikelola Serikat Yesus di Roma. Dia kemudian mendapatkan gelar-gelar lanjutan dalam teologi dogmatis (1976) dan teologi pastoral (1977) dari Universitas Kepausan Santo Thomas (Angelicum). Kemudian, ia meraih master bisnis dan administrasi dari Universitas Notre Dame di Amerika Serikat.

Ditahbiskan imam di Roma di malam Natal 1978, uskup itu kemudian menjabat pastor mahasiswa untuk Universitas Monterrey, Meksiko, dan memberi seminar bioetika dan etika sosial di sana. Selain itu, ia bekerja sebagai administrator umum Legiun Kristus, dengan tanggung jawab untuk seminari-seminari dan sekolah-sekolah di Italia, Spanyol dan Irlandia.

Terjadi krisis di legiun-legiun di tahun 1970-an, dan, setelah apa yang ia sebut “perbedaan pendapat” dengan kepemimpinannya, uskup itu meninggalkan ordo itu dan pergi ke Amerika Serikat. Di awal tahun 1980, Uskup Agung (kemudian Kardinal) James Hickey memindahkan dia ke Keuskupan Agung Washington, DC, dan kemudian bertugas sebagai pastor pembantu di tiga paroki di keuskupan agung itu selama dua tahun ke depan. Tahun 1986, ia mengantikan Pastor (sekarang Kardinal) Seán O’Malley OFMCap, sebagai direktur Pusat Katolik Spanyol milik keuskupan agung itu. Dua tahun kemudian, ia menjadi asisten direktur eksekutif dan kemudian direktur interim dari Catholic Charities, dan dari 1989-2001 dia menjadi sekretaris keuangan untuk keuskupan agung itu.

Tahun 2001, Kardinal-Uskup Agung Washington, DC, Mgr Theodore McCarrick, mengangkat dia sebagai vikaris jenderal untuk keuskupan agung itu dan Pastor Paroki Maria Diberi Kabar oleh Malaikat Tuhan. Tanggal 28 Desember di tahun yang sama, Santo Yohanes Paulus II mengangkatnya menjadi uskup pembantu Washington, dan 11 Februari 2002, kardinal itu menahbiskannya sebagai uskup. Ia menjabat vikaris jenderal utama dan moderator kuria sampai 2007, pertama di bawah Kardinal McCarrick dan sejak Mei 2006 hingga Maret 2007 di bawah Uskup Agung (sekarang Kardinal) Donald Wuerl.

Paus Benediktus XVI mengangkatnya sebagai Uskup Dallas, Tex., 6 Maret 2007. Itulah keuskupan yang kemudian dilanda keras oleh skandal pelecehan seks, dan gembala yang baru itu mulai menjangkau umat, mengawasi penyelesaian kasus-kasus yang ada dan berupaya keras memulihkan moral para klerus dan membuat dirinya terbuka bagi mereka.

Usahanya membuahkan hasil, dan di akhir tahun pertama, Jerry Lastelick, seorang pengacara Dallas yang telah menjadi bagian dari kelompok yang berusaha menggulingkan pendahulunya atas penanganan kasus-kasus pelecehan, mengatakan kepada The Dallas Morning News bahwa jangkauannya telah menciptakan dinamika baru sehingga “orang bersedia memasang pelana dan membantu dia.” Uskup Farrell terus mengkonsolidasikan awal yang baik itu dengan bekerja keras menyatukan umat Katolik di keuskupan yang telah dia layani dengan kompetensi yang besar.

Selama bertahun-tahun Uskup Farrell menjalani berbagai peran dalam Konferensi Waligereja Amerika Serikat. Pertama-tama sebagai konsultan Komite Migrasi, yang mengawasi departemen migrasi dan pengungsi, kemudian sebagai ketua Komite Kolekte Nasional, yang mengatur dan mengkoordinasikan kolekte untuk keadilan sosial, evangelisasi, pendidikan dan pengembangan kelembagaan. Dia juga bendahara Konferensi Waligereja Amerika Serikat dan ketua Komite Anggaran dan Keuangan.

Saat pengangkatannya, dia menjabat rektor Universitas Dallas, dan di dewan pengawas Yayasan Kepausan, Basilika Tempat Ziarah Nasional Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa, Universitas Katolik Amerika dan Institut Santo Lukas di Washington, DC. Ia juga presiden Evangelisasi Baru Amerika, dan anggota dewan direksi Friends of the Pontifical Irish College, Roma, Inc.

Sumber-sumber di Amerika Serikat mengatakan bahwa sejak awal Uskup Farrell menganut visi Gereja dari Paus Fransiskus dan benar-benar mendukung kepemimpinan Paus dalam Gereja dan dunia.

Sebagai kepala departemen Vatikan yang besar, terutama jika departemen itu menjadi kongregasi, pada waktunya Uskup Farrell bisa menjadi kardinal, meskipun sepertinya itu tak mungkin terjadi dalam konsistori berikutnya.(pcp berdasarkan Americamagazine.org)

Foto:

Uskup Dalas Mgr Kevin J Farrell berbicara saat doa lintas agama di Plaza Syukur Dallas 8 Juli 2016. Malam sebelumnya seorang yang membawa senjata menembak dan menewaskan lima polisi dan melukai tujuh orang dalam protes damai di pusat kota Dallas. (foto CNS/Rebecca Kirstin Patton, The Catholic Texas)

 

Tinggalkan Pesan