Brunswick-great-banquet92837

PEKAN BIASA XX (H)
Santa Helena; Santa Beatrix da Silva de Meneses;
Beato Angelus Agustinus Mazzinghi

Bacaan I: Yeh. 36:23-28

Mazmur: 51:12-13.14-15.18-19; R:Yeh. 36:25

Bacaan Injil: Mat. 22:1-14

Pada suatu ketika Yesus berbicara kepada para imam kepala dan pemuka rakyat dengan memakai per­umpamaan. Ia bersabda: ”Hal Kerajaan Surga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi meng­urus usahanya, dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membu­nuhnya. Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukan­­nya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undang­lah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepa­danya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

Renungan

Injil hari ini mengingatkan kita bahwa relasi dengan Allah sebenarnya didasari oleh sebuah undangan atau tawaran. Hidup kita tergantung pada sejauh mana kita menanggapi tawaran tersebut dengan penuh kesadaran, tanpa paksaan. Allah selalu membuka diri-Nya dan mengulurkan tangan-Nya untuk kita, supaya kita tahu jalan kembali kepada-Nya karena kita berasal dari-Nya.

Sisi lain yang ditampilkan dalam bacaan hari ini adalah unsur persiapan kita untuk menanggapi undangan Allah. Hal itu diungkapkan dalam simbol ”baju pesta” bagi orang-orang yang datang ke pesta. Artinya, dibutuhkan persiapan yang serius untuk datang ke pesta yang disediakan buat kita, tidak bisa seenaknya atau otomatis belaka.

Seperti halnya ketika kita mau mengadakan pesta pernikahan anak atau saudara, biasanya kita sibuk berbulan-bulan sebelumnya untuk mempersiapkan gaun/baju pesta yang bagus. Bahkan kita rela diet agar baju pesta itu cocok ukurannya di badan kita. Seperti itulah gambarannya, persiapan yang harus kita lakukan untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Kuncinya, ada hati untuk mempersiapkannya. Sehingga pada saat nanti kita dipanggil Tuhan, kita sudah siap?

Tuhan Yesus, buatlah apa yang aku lakukan selama aku hidup sebagai persiapan menuju Kerajaan-Mu yang abadi. Amin.

Tinggalkan Pesan