Peter catches fish with coin

SELAMAT PESTA SANTO DOMINIKUS

PEKAN BIASA XIX (P)
Peringatan Wajib Santo Dominikus; Santo Siriakus, Largus dan
Smaragdus, Martir; Santo Hormisdas

Bacaan I: Yeh. 1:2-5.24–2:1a

Mazmur: 148:1-2.11-12ab.12c-14a.14bcd

Bacaan Injil: Mat. 17:22-27

Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: ”Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: ”Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?” Jawabnya: ”Memang membayar.” Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: ”Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?” Jawab Petrus: ”Dari orang asing!” Maka kata Yesus kepadanya: ”Jadi bebaslah rakyatnya. Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.”

Renungan

Kisah pada Injil hari ini kurang begitu terdengar oleh pembaca Kitab Suci kebanyakan. Dikisahkan Yesus membayar bea (pajak) untuk Bait Allah. Di ay. 27 dikatakan bahwa Yesus menyuruh Petrus pergi ke danau untuk menangkap ikan lalu dalam mulut ikan itu akan terdapat uang untuk membayar pajak empat dirham.

Kisah ini bisa dibaca harfiah sebagai kisah mukjizat, namun bisa juga dibaca sebagai simbol. Cara pertama tidak perlu diterangkan, tetapi cara kedua membuat kita bertanya apa yang mau disampaikan di balik simbol ikan yang mulutnya terdapat uang?

Kita ingat pekerjaan Petrus sebelum mengikuti Yesus adalah seorang nelayan. Bahkan ketika sudah menjadi murid Yesus pun Petrus tetap mencari ikan. Tuhan Yesus mengajak Petrus untuk bekerja sebagaimana ia dulu mencari nafkah untuk membayar pajak. Pajak Bait Allah dipersembahkan kepada Allah, sebetulnya Yesus tidak perlu membayar karena Ia sendiri Anak Allah. Tetapi Yesus menghormati aturan tersebut supaya tidak menjadi batu sandungan bagi yang lain. Yesus melepas hak, harkat, dan martabat-Nya demi manusia. Yesus mau mengajarkan kita juga untuk tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Tuhan Yesus, kuatkan aku untuk tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Biarlah hidupku hanya untuk kemuliaan-Mu, karena Engkaulah segalanya bagiku. Amin.

Tinggalkan Pesan