peters-confession

PEKAN BIASA XVIII (P)
Peringatan Wajib Santo Yohanes Maria Vianney

Bacaan I: Yer. 31:31-34

Mazmur: 51:12-3.14-15.18-19; R:12a

Bacaan Injil: Mat. 16:13-23

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: ”Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: ”Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka: ”Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: ”Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya: ”Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun bahwa Ia Mesias. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: ”Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.” Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: ”Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Renungan

Kisah pengakuan Petrus tentang Yesus sebagai Mesias sudah banyak kita dengar. Yang menarik untuk dibahas lebih dalam kali ini adalah sapaan Yesus kepada Petrus, yaitu: ”Petrus bin Yunus”, yang artinya Petrus anaknya Yunus. Panggilan ini adalah sapaan pribadi yang hanya dipakai oleh Yesus untuk menyapa Petrus. Artinya, tidak ada tokoh lain selain Yesus yang memanggil Petrus dengan sebutan Petrus bin Yunus.

Yang lebih menarik adalah Yesus tidak setiap kali menggunakan sebutan ini kepada Petrus. Yesus menggunakannya hanya pada saat-saat tertentu saja, khususnya ketika Petrus sedang dalam keraguan, kegoncangan, dan kejatuhan imannya.

Dalam Injil hari ini panggilan Petrus bin Yunus justru dipakai Yesus pada saat Petrus ”berhasil” mengenal Yesus secara baik dan tepat: ”Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup”. Yesus mau mendidik Petrus untuk tidak jatuh pada kesombongan. Yesus menjauhkan Petrus dari sikap merasa lebih hebat dibandingkan orang lain, sebab segala sesuatu itu berasal dari Bapa. Dan benar saja, Petrus tidak mendengarkan nasihat Yesus, nyatanya Petrus langsung jatuh ketika Yesus berbicara tentang penderitaan-Nya, bahkan Yesus menegurnya dengan sangat keras: ”Enyahlah iblis…”.

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mengenal aku secara pribadi. Ajar aku untuk tidak jatuh pada kesombongan rohani, merasa diri lebih hebat dan merendahkan orang lain. Amin.

 

Tinggalkan Pesan