jesus_feeds_5000_people_31491947_std

PEKAN BIASA XVIII (P)

Peringatan Wajib Santo Alfonsus Maria de Liguori, Uskup dan Puangga Gereja

Bacaan I: Yer. 28:1-17

Mazmur: 119:29.43.79.80.95.102; R:68

Bacaan Injil: Mat. 14:13-21

Setelah Yesus mendengar berita pembunuhan Yohanes Pembaptis, menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: ”Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.” Tetapi Yesus berkata kepada mereka: ”Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.” Jawab mereka: ”Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.” Yesus berkata: ”Bawalah ke mari kepada-Ku.” Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

Renungan

Menarik untuk digali dalam kisah mukjizat penggandaan roti adalah karakter para murid yang dididik oleh Yesus secara luar biasa. Pertama-tama mereka datang kepada Yesus dengan suatu kepekaan dan keprihatinan mendalam tentang nasib orang banyak yang mengikuti ke mana saja Yesus pergi. Mereka mencermati tantangan dan kesulitan yang ada: ”tempat ini sunyi dan hari mulai malam”. Mereka meminta Yesus untuk menyuruh orang banyak itu pergi ke desa-desa membeli makanan.

Perhatikan bagaimana Yesus mendidik para murid-Nya untuk bisa lebih dari sekadar peka dan prihatin saja terhadap persoalan yang ada di sekeliling mereka. Yesus menggali apa yang dimiliki oleh para murid. Mereka berkata: ”Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.” Yesus meminta kepada para murid untuk menyerahkan apa yang mereka punya kepada Yesus. Hasilnya luar biasa, yaitu terjadi mukjizat penggandaan roti. Yesus memberikan semua itu kepada para murid dan mengajak mereka untuk berbagi kepada orang banyak yang sedang kelaparan.

Ajakan Yesus ini ditujukan juga kepada kita saat ini, untuk mempersembahkan kepada Tuhan apa yang kita miliki dan berbagi kepada sesama yang membutuhkannya. Maka Tuhan akan melipat-gandakan rahmat-Nya ke atas kita.

Tuhan Yesus, ajar aku untuk berani datang kepada-Mu terlebih ketika aku sedang dalam persoalan. Ajarlah aku untuk berani membuka diriku dan berani berserah kepada-Mu. Biarlah rahmat yang aku terima bisa juga aku bagikan kepada sesama yang berkekurangan. Amin.

 

Tinggalkan Pesan