Luk12_13-21-20141020-KWI

PEKAN BIASA XVIII (H)
Santo Ignatius Loyola
Santo Yohanes Collumbini; Santo Germanus

Bacaan I: Pkh. 1:2; 2:21-23

Mazmur: 90:3-4.5-6.12-13.14.17; R:1

Bacaan II: Kol. 3:1-5.9-11

Bacaan Injil: Luk. 12:13-21

Ketika Yesus mengajar orang banyak, salah seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: ”Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: ”Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?” Kata-Nya lagi kepada mereka: ”Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergan­tung dari pada kekayaannya itu.” Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: ”Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”

Renungan

Mana yang kita pilih: harta duniawi atau harta surgawi? Sulit memilihnya? Hari ini kita diajak untuk melihatnya tidak berat sebelah. Kitab Pengkhotbah mengkritik orang yang hanya memikirkan harta duniawi. Semua itu sia-sia, akan musnah. Sesudah berlelah-lelah mencarinya, semuanya harus ditinggalkan ketika mati. Apa gunanya berjuang mati-matian demi sesuatu yang sia-sia?

Paulus menasihatkan, semua harta tidak berguna jika hati kita tidak tertuju kepada Allah. Semuanya tak bermakna jika lepas dari Allah. Paulus menegaskan perlunya hidup baik, bebas dari perbuatan dosa: ’percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat, dan keserakahan’ (bdk. Kol. 3:5).

Yesus pun mengingatkan kita untuk berhati-hati akan harta. Janganlah tamak dan serakah. Hidup kita tidak tergantung padanya. Setiap saat kita bisa mati, sama semua. Harta duniawi memang perlu kita miliki, tetapi tanpa harus melupakan harta surgawi. Jika kita lapar dan haus akan makanan dan minuman duniawi, kita wajib memenuhinya. Demikian pula, jika kita lapar dan haus akan hidup kekal, kita pun wajib mencarinya. Marilah kita hidup bijaksana: mencari harta duniawi, tanpa melupakan harta surgawi; mencari nafkah hidup, tanpa melupakan firman Tuhan.

Ya Tuhan, semoga aku tidak tamak dan dapat hidup bijaksana dalam memakai hartaku. Semoga aku memuliakan Engkau lewat apa yang kumiliki. Amin.

 

1 komentar

Tinggalkan Pesan