Conventual Sister of St Dominic

Vatikan telah menerbitkan Konstitusi Apostolik baru bernama Vultum Dei quaerere (Mencari Wajah Allah) tentang Kehidupan Perempuan Kontemplatif.  Konstitusi itu diterbitkan tanggal 22 Juli 2016.

Christopher Wells dari Radio Vatikan melaporkan bahwa beberapa poin utama yang disampaikan Paus Fransiskus dalam Konstitusi Apostolik baru itu adalah, peningkatan pembinaan, sentralitas doa dan Sabda Allah terutama dalam lectio divina, kriteria khusus untuk otonomi komunitas-komunitas kontemplatif, dan keanggotaan biara-biara dalam federasi-federasi.

Dalam kata pengantar Vultum Dei quaerere, Paus Fransiskus menjelaskan tentang motivasi di balik dokumen itu, seraya mencatat perjalanan yang telah Gereja jalani, dan “kemajuan pesat sejarah manusia,” dalam lima puluh tahun sejak Konsili Vatikan Kedua.

Dari titik awal itu, Paus menunjukkan perlunya “menjalin dialog” dengan masyarakat kontemporer, sambil menjaga “nilai-nilai dasar” kehidupan kontemplatif – keheningan, mendengarkan dengan penuh perhatian, panggilan untuk hidup di dalam gedung, stabilitas. Melalui nilai-nilai ini, Paus mengatakan, kehidupan kontemplatif “dapat dan harus menantang pola pikir kontemporer.”

Dokumen itu diperkenalkan oleh diskusi yang luas tentang pentingnya para biarawati dan kehidupan kontemplatif bagi Gereja dan dunia. Ketika menyapa para suster kontemplatif, Paus bertanya, “Gereja akan jadi seperti apa tanpa kalian atau tanpa orang-orang yang hidup di pinggiran dan melayani di pos-pos penginjilan terdepan?”

Gereja, kata Paus, “sangat menghormati kehidupan berserah diri sepenuhnya yang kalian lakukan. Gereja sangat mengandalkan  doa-doa kalian serta pengorbanan diri kalian guna membawa pria dan wanita saat ini kepada kabar gembira Injil. Gereja membutuhkan kalian!”

Sebagian besar dokumen itu dilengkapi dengan refleksi tentang dua belas tema yang menyerukan kecermatan dan norma-norma baru. Di antaranya, Paus Fransiskus meminta perhatian khusus pada perlunya pembinaan secukupnya, doa, dan sentralitas Sabda Allah.

Dokumen baru itu berakhir dengan rangkaian empat belas artikel yang menempatkan refleksi-refleksi Paus dalam hal yuridis, terutama berkaitan dengan pembinaan dan kecermatan dalam mempertimbangkan panggilan, pelaksanaan kewenangan dalam komunitas-komunitas, otonomi berbagai komunitas, dan hubungan mereka satu sama lain, terutama dalam federasi-federasi.

Artikel yang terakhir menetapkan bahwa Kongregasi untuk Lembaga Hidup Bakti akan bertanggung jawab dalam mengeluarkan peraturan baru yang berkaitan dengan indikasi-indikasi dari Konstitusi Apostolik itu. (pcp berdasarkan Radio Vatikan)

Sisters

newsletter-salve

contemplative life

Tinggalkan Pesan