DSCN4071

Provinsial Ordo Fratrum Minorum (OFM) Indonesia Pastor Adrianus Sunarko OFM mengajak 14 orang frater OFM yang menerima kaul pertama (kaul profesi) untuk memiliki dua ‘jurus’ penting dalam menjalani kehidupan sebagai fransiskan sejati. Dua “jurus perilaku hidup” itu adalah hidup dalam kedinaan dan mengembangkan persaudaraan.

Pastor Sunarko berbicara dalam homili Misa bertema “Ia Semakin Besar tapi Aku Semakin Kecil” di Novisiat OFM Transitus Depok, Jawa Barat, 15 Juli 2016, saat pengucapan kaul pertama (profesi) para frater itu. Magister Novis Pastor Daniel Nahak OFM dan Sekretaris Pendidikan Pastor Frumen Gions OFM menjadi konselebran Misa itu.

Didepan sekitar 400 umat Paroki Santo Paulus Depok, Bogor, Pastor Sunaroko mengawali homili dengan membacakan puisi karangan seorang pujangga terkenal. “Agama saat ini sedang dalam kesepian dan kedinginan,” demikian bunyi kalimat terakhir puisi itu.

Makna puisi yang merupakan kritik sosial itu, lanjut imam itu, adalah bahwa “banyak orang mengaku beriman, tapi kemudian meninggalkan imannya, banyak orang mengaku beriman tapi perilaku hidup tidak menunjukkan iman agama yang dianutnya.”

Oleh karena itu, imam itu berharap agar selama setahun berada di rumah pendidikan OFM itu para frater Fransiskan tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan tentang sosok Santo Fransiskus dari Asisi “tetapi juga meneladani kesederhanaan dan kedinaan yang melekat dalam diri Fransiskus.”

Pada bagian lain, Pastor Sunarko menceritakan kisah tentang Bernadus dan Santo Fransiskus. Dikatakan bahwa Bernadus adalah sosok yang mengagumi Fransiskus yang dikenal saleh dan hidup dalam kekudusan. Ia datang berkunjung ke tempat Fransiskus untuk membuktikan bahwa Fransiskus itu hidup dalam semangat doa.

Maka, lanjut imam itu, Bernardus ingin melihat secara langsung kehidupan doa Fransiskus. “Pada malam sebelum istirahat, Bernadus mengintip ke kamar Fransiskus dan memastikan ia berdoa atau tidak. Fransiskus mengetahui niatnya itu, maka ketika masuk ke kamar untuk istirahat ia langsung merebahkan diri. Namun setelah mengetahui Bernadus beristirahat dengan pulas, ia pun bangun lalu berdoa dalam keheningan. Ia merasakan keheningan malam, menghayati kasih Tuhan yang luar biasa dalam kehidupannya. Inilah semangat doa yang dilakukan Fransiskus.”

Fransiskus, tegas Pastor Sunarko, dikenal penyayang kehidupan. “Ia adalah sosok sederhana, maka kedinaan itulah yang perlu dihayati, dihidupi oleh pengikut OFM yang menerima profesi pertama pada malam hari ini,” kata imam itu.

Jurus kedua yang dilakukan adalah persaudaraan, atau hidup dalam kedamaian dengan sahabat sehingga cinta kasih bersemi dalam kehidupan bersama. “Cara hidup dalam persaudaraan justru menyuburkan cinta kasih yang boleh diwartakan kepada siapa pun,” lanjut imam itu.

Dikatakan, hidup ini perlu dihayati dengan pelukan yang murni, ciuman yang suci, percakapan yang sopan, mata yang lurus, perhatian yang ikhlas dan kesediaan untuk saling menolong. “Ini adalah gerakan yang perlu dilakukan dalam kehidupan sebagai pengikut Ordo Fransiskan,” tegas Pastor Sunarko.

Menurut Pastor Nahak, panggilan adalah anugerah. “Maka melalui doa dan harapan seluruh umat, 14 frater ini menjadi pelayan-pelayan umat yang tangguh, menjaga masa depan Gereja dan bangsa,” harap imam itu.

Magister Novis itu pun mengumumkan bahwa 12 frater akan bertugas di Paroki Santo Antonius Padua Jakarta, dan dua lainnya mendapat tugas di rumah pendidikan di Dili, Timor Leste. (Konradus R. Mangu)

DSCN4073

2 KOMENTAR

  1. Mohon maaf perlu perbaikan terhadap isi artikel ini karena ada beberapa kesalahan informasi yang disampaikan oleh penulis
    1. Pada bagian lain, Pastor Sunarko menceritakan kisah tentang Bernadus dan Santo Fransiskus. Dikatakan bahwa Bernadus adalah sosok yang mengagumi Fransiskus yang dikenal saleh dan hidup dalam kekudusan. Ia datang berkunjung ke tempat Fransiskus untuk membuktikan bahwa Fransiskus itu hidup dalam semangat doa. “Yang sebenarnya dari kisah ini adalah Fransiskus diundang oleh Bernardus untuk makan di rumahnya”
    2. Magister Novis itu pun mengumumkan bahwa 12 frater akan bertugas di Paroki Santo Antonius Padua Jakarta, dan dua lainnya mendapat tugas di rumah pendidikan di Dili, Timor Leste. “Yang sebenarnya kalimat dari Magister Novis, yaitu 6 Frater akan diutus ke Biara St Antonius Padua Jakarta, 6 Frater diutus ke biara Beato Duns Scotus Jakarta dan 2 Frater diutus ke Timor Leste. Jadi tidak ada frater yang diutus ke paroki St Antonius Padua.

Tinggalkan Pesan