maria-dan-martha-3

PEKAN BIASA XVI (H)
Santo Alexis; Santa Yuli Postel;
Beata Magdalena Poste; Beato Albrici dari Como

Bacaan I: Kej. 18:1-10a

Mazmur: 15:2-3ab.3cd-4ab.5; R:1a

Bacaan II: Kol. 1:24-28

Bacaan Injil: Luk. 10:38-42

Dalam perjalanan ke Yerusalem, Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: ”Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya: ”Marta, Marta, engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Renungan

Abraham memberi makan tiga orang tamu asing yang tidak dikenalnya. Mereka mampir ke kemahnya, di Mamre. Ternyata tamu itu adalah malaikat Tuhan. Abraham telah melayani Tuhan yang datang dalam sosok pengembara. Tuhan membalas kasihnya dengan mengatakan ia akan punya anak laki-laki.

Marta sibuk mempersiapkan makanan untuk Yesus. Tapi dia mengeluh, sebab Maria, saudarinya, hanya duduk dekat kaki Yesus dan mendengarkan perkataan-Nya. Yesus pun tidak menegur Maria. Malah Ia berkata bahwa ”Marta terlalu khawatir dengan banyak perkara dan Maria telah memilih yang terbaik.” Ternyata, tidak semua pelayanan itu sama nilainya. Tergantung situasi dan kebutuhan.

Ada orang berdebat, mana yang benar: memberi perhatian kepada Allah demi sesama, atau melayani sesama demi Allah. Kedua-duanya benar. Tetapi lebih penting dari itu bahwa kedua-duanya harus seimbang: Yang satu dilakukan, yang lain jangan diabaikan. Doa dan kerja tidak boleh dipertentangkan. Kita tidak boleh ekstrem. Kita harus memberi perhatian, baik kepada Allah maupun sesama. Keduanya wajib kita jalankan dengan gembira dan tanpa bersungut-sungut.

Ya Tuhan, semoga aku tidak menunjukkan kekuasaanku, tetapi pelayananku yang sederhana, baik kepada-Mu maupun kepada sesamaku. Amin.

Tinggalkan Pesan