1-healing-stdas0478

PEKAN BIASA XV (H)
Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel;
Santo Reinildis

Bacaan I: Mi. 2:1-5

Mazmur: 10:1-2.3-4.7-8.14; R:12b

Bacaan Injil: Mat. 12:14-21

Sekali peristiwa, orang-orang Farisi bersekongkol untuk membunuh Yesus. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: ”Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.”

Renungan

Tentang makan, ada sebuah lelucon yang menggambarkan tiga tipe orang. Tipe pertama, orang yang berpikir: Apa yang bisa saya makan hari ini? Tipe kedua: Apa yang saya makan hari ini? Tipe ketiga: Siapa yang bisa saya makan hari ini? Tipe pertama adalah orang miskin, orang yang belum tentu dapat makan hari ini. Tipe kedua adalah orang biasa-biasa saja, yang bingung mau makan apa hari ini. Tipe ketiga adalah tipe orang jahat, yang merancang kejahatan untuk ”memakan” orang lain, mengambil keuntungan tak halal atas orang lain.

Bacaan hari ini mengecam tipe orang ketiga: ”Celakalah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan merencanakan kejahatan di tempat tidurnya!” (Mi. 2:1). Orang jahat, sambil berbaring memikirkan kejahatan. Begitu fajar tiba, mereka siap melakukan kejahatan. Demikianlah kita lihat pada orang-orang yang berhati jahat, ada-ada saja yang bisa dijadikan kasus dan sumber uang untuk memeras: entah pengusaha, pemilik toko, politikus, pengacara, atau pejabat, yang jahat dan korup. Dan rancangan jahat seperti ini bisa dibuat oleh siapa saja, termasuk kita sendiri.

Seseorang pernah berkata, ”kalau saya tidak ingat Tuhan, keluarga, atau anak, saya sudah menjadi jahat.” Kata-kata ini benar. Maka kita perlu pemeriksaan batin setiap hari. Jika bertobat, maka kita seperti yang dikatakan Kitab Suci, ”buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya” (Mat. 12:20). Tuhan masih memberi waktu pada kita untuk bertobat. Jangan sampai terlambat!

Ya Tuhan, semoga tiap malam aku memeriksa batinku dan mengakui kekuranganku, agar hidupku sesuai dengan kehendak-Mu. Amin.

 

Tinggalkan Pesan