Kekerasan di Perancis

Paus Fransiskus mengecam serangan teroris di Nice, Perancis, di malam 14 Juli 2016, yang menewaskan sedikitnya 84 orang, melukai puluhan orang dan belasan orang dalam kondisi kritis. “Dengan penuh perhatian kami mengikuti berita buruk yang datang dari Nice di malam hari,” kata Direktur Kantor Pers Tahta Suci Pastor Federico Lombardi SJ.

“Atas nama Paus Fransiskus dan kami sendiri, kami ingin mengumumkan bahwa kami solider dan ikut merasakan penderitaan para korban dan seluruh rakyat Perancis di hari seharusnya merupakan perayaan besar,” kata Pastor Lombardi. “Kami sungguh-sungguh mengecam setiap manifestasi kebodohan, kebencian, terorisme yang mematikan, serta serangan-serangan terhadap perdamaian.”

Dengan kecepatan tinggi seorang teroris keturunan Perancis-Tunisia mengendarai truk besar ke dalam kerumunan orang yang baru saja menyaksikan perayaan kembang api Bastille Day. Truk itu akhirnya berhenti setelah berjalan sepanjang dua kilometer, saat sopir tewas dalam baku tembak dengan polisi.

Serangan itu terjadi delapan bulan dan satu hari setelah orang-orang bersenjata dan para pembom bunuh diri dari ISIS menghantam Paris tanggal 13 November 2015, dengan menewaskan 130 orang. Empat bulan lalu, Islamis Belgia yang terkait dengan para penyerang Paris itu menewaskan 32 orang di bandara Brussels.

Dalam telegram atas nama Paus Fransiskus, Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin mengecam serangan teror di Nice itu dan menyatakan kesedihan mendalam dan kedekatan spiritual kepada orang-orang Perancis.

Telegram, yang ditujukan kepada Uskup Nice Mgr Andre Marceau, mengatakan bahwa sementara Perancis merayakan hari nasionalnya “kekerasan buta sekali lagi melanda bangsa itu” di kota Nice dan banyak korbannya adalah anak-anak.

Dikatakan bahwa Paus sekali lagi “mengecam tindakan seperti itu” dan menyatakan “kesedihannya yang  mendalam serta kedekatan spiritualnya kepada orang-orang Perancis.”

Selanjutnya telegram itu mengatakan bahwa Paus Fransiskus “mempercayakan orang-orang yang kehilangan nyawanya kepada Kerahiman Allah” dan Paus ikut merasakan “rasa sakit dari keluarga para korban” dan juga menyatakan simpatinya kepada mereka yang terluka.

Paus mengakhiri telegram itu dengan memohon dari Allah karunia “perdamaian dan kerukunan” serta meminta berkat ilahi bagi keluarga-keluarga yang terkena dampak tragedi ini dan bagi semua orang Perancis.(pcp berdasarkan Radio Vatikan)

Kekerasan di Perancis2jpg

Kekerasan di Perancis3 dari news.com

Kekerasan di Perancis4

Tinggalkan Pesan