Together for Europe4

Sebanyak 5000 umat dari 300 lebih gerakan dan komunitas Kristen dari berbagai kepercayaan termasuk Katolik berkumpul di Munich, Bavaria, dalam pertemuan “Together for Europe 2016” (Bersama untuk Eropa 2016). Kepada peserta pertemuan “Perjumpaan – Rekonsiliasi – Masa Depan” itu, Paus Fransiskus mengirim pesan video.

“Kalian benar. Inilah waktu untuk bersama-sama, untuk menghadapi persoalan-persoalan saat ini dengan semangat Eropa yang sejati. Selain dinding-dinding yang terlihat, sedang menguat dinding-dinding yang tak terlihat lainnya, yang cenderung membagi benua kita. Dinding-dinding ini sedang dibangun di hati manusia. Itulah dinding-dinding yang terbuat dari ketakutan dan agresi, kegagalan memahami umat dari agama yang berbeda. Itulah dinding-dinding keegoisan politik dan ekonomi, yang tidak menghormati kehidupan dan martabat setiap orang,” kata Paus.

Pesan video itu ditayangkan 2 Juli 2016 di depan peserta. Di hari yang sama peserta mendengarkan pesan dari Patriak Ekumenis dari Gereja Ortodoks, Barolomeus.

Kalau menyadari isu-isu penting di benua itu, kata Paus, maka “kita harus berani mengatakan: kita perlu berubah! Eropa dipanggil untuk merefleksikan dan bertanya kepada diri sendiri apakah warisannya yang sangat besar, yang begitu diresapi dengan kekristenan, cocok dimasukkan ke museum atau masih mampu menginspirasi budaya dan memberikan kekayaannya kepada seluruh umat manusia.”

Menurut Paus, umat Kristen dari berbagai gerakan itu bertemu untuk bersama-sama melihat tantangan yang dihadapi Eropa dan mengangkat kesaksian hidup yang memungkinkan terbentuknya jaringan, selain itu untuk menyambut dan menunjukkan solidaritas terhadap yang lemah dan kurang beruntung, serta membangun jembatan dan mengatasi konflik terbuka maupun laten.

Sejarah Eropa, jelas Paus, adalah perjumpaan berkelanjutan antara Surga dan bumi. Surga menunjukkan keterbukaan terhadap Transenden, kepada Allah, yang selalu menjadi karakteristik orang Eropa. Bumi mewakili kemampuan praktis dan konkret untuk mengatasi situasi dan masalah.

“Kalian juga, umat dan gerakan-gerakan Kristen di Eropa, adalah pembawa banyak karisma, karunia Allah untuk orang lain. ‘Together for Europe’ adalah kekuatan menyatukan dengan tujuan jelas untuk menerjemahkan nilai-nilai dasar agama Kristen menjadi tanggapan konkret terhadap tantangan-tantangan dari sebuah benua yang berada dalam keadaan krisis,” kata Paus.

Gaya hidup mereka, tegas Paus, didasarkan pada saling cinta, yang dihidupi keradikalan Injil, yang saling menghargai, saling menerima, dan saling membantu. “Itu berarti menghargai keberagaman karisma agar bisa bergerak bersama menuju persatuan dan memperkayanya. Kehadiran Kristus yang nyata dan jelas di antara kalian adalah kesaksian yang mengarah pada iman.”

Setiap persatuan otentik mengacu pada kekayaan keanekaragaman yang membentuknya, seperti keluarga tumbuh dalam kesatuan sejauh anggotanya dapat sepenuhnya dan tanpa rasa takut menjadi diri mereka sendiri. “Jika Eropa secara keseluruhan ingin menjadi keluarga masyarakat, manusia harus kembali ditempatkan di tengah; Eropa harus menjadi benua yang terbuka dan ramah, dan terus membangun cara bekerja sama bukan hanya ekonomi tetapi juga sosial dan budaya.”

Tuhan selalu membawa kebaruan. “Begitu sering kalian mengalaminya dalam kehidupan! Terbukakah kita juga untuk kejutan hari ini? Kalian, yang berani menjawab panggilan Tuhan, dipanggil untuk menunjukkan kebaruan-Nya dalam hidup kalian dan membawa ke dalam kehidupan buah-buah Injil, buah-buah yang tumbuh dari akar-akar Kristen, yang memelihara Eropa selama 2.000 tahun terakhir. Dan kalian akan berbuah lebih besar! Jagalah kesegaran karisma kalian; teruslah “Together ” dan perluaslah itu! Masukanlah rumah, komunitas dan kota kalian dalam ruang persekutuan, persahabatan dan persaudaraan, yang dapat membuat orang-orang  menyatu dan terbuka untuk seluruh dunia.”

“Together for Europe?” tanya paus di akhir pesan video. Di Eropa yang terdiri dari banyak negara, tegas Paus, “kalian menjadi saksi kenyataan bahwa kita adalah anak-anak dari satu Bapa dan saling bersaudara. Kalian adalah benih pengharapan yang berharga, sehingga Eropa dapat menemukan kembali panggilannya untuk berkontribusi bagi persatuan semua.”

Dalam pertemuan itu, Presiden Sant’Egidio, Marco Impagliazzo, membacakan kata-kata dari pendiri Komunitas Sant’Egidio Andrea Riccardi, seraya mengangkat semangat dan komitmen 5000 peserta di Karlsplatz (Stachus), Munich, 2 Juli 2016.

“Ya untuk (menjadi) jembatan kerahiman. Ya untuk menemukan kembali orang-orang lain bersama dengan warisan mereka yang kaya. Ya untuk memahami bahwa kita benar-benar ‘hanya satu’, bahwa ada kesatuan dan persaudaraan yang akan diupayakan dan bahwa kita harus menemukan cara-cara untuk ‘meruntuhkan’ banyak ‘dinding pemisah,” demikian Marco Impagliazzo membaca.(pcp berdasarkan sumber-sumber dari Vatikan dan Together for Europe)

Together for EuropeTogether for Europe1

Together for Europe3

Tinggalkan Pesan