IMG_2349

Selama semalam Salib Suci Indonesian Youth Day (IYD) tidak berada di daratan Keuskupan Manado, tetapi seirama ombak laut bergoyang-goyang di atas KM Holly Mery dari Pelabuhan Manado menuju Pelabuhan Lirung di Lirung, Kabupaten  Talaud.

Kepala Paroki Santa Familia Mangaran Pastor Donald Liuw Pr menerima salib itu tanggal 1 Juli 2016 dari Kepala Paroki Mokupa Pastor Kris Ludong Pr bersama wakil-wakil Kevikepan Tombulu di Pelabuhan Manado.  Selama dua minggu Salib IYD akan diarak di Kevikepan Nusa Utara.

Vakaris Episkopal Nusa Utara Pastor Delis Umbas Pr menyerahkan salib itu kepada Wakil Bupati Kepulauan Talaud Petrus Simon Tuange yang lalu menyerahkannya kepada Ketua Dewan Pastoral Paroki Santa Familia Mangaran Ajutor Tuange bersama OMK Mangaran.

Selain berterima kasih atas kehadiran Salib IYD itu di tanah Porodisa (Talaud), Tuange mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Talaud sangat mendukung pelaksanaan pertemuan para Orang Muda Katolik se-Indonesia dalam IYD yang akan dilaksanakan di Keuskupan Manado. Bahkan pemerintah berharap “melalui Salib IYD kebenaran dan keadilan tumbuh dan berkembang di tanah Porodisa ini.”

Ditegaskan bahwa Salib IYD adalah Salib Kristus, “yang dengannya semua kita diselamatkan.” Pemerintah Kepulauan Talaud, tegasnya, sangat bersyukur dan berterima kasih atas hadirnya Salib IYD, “Salib Kristus yang menyelamatkan.”

Tuange memberikan apresiasi kepada umat Katolik khususnya orang muda di Kepulauan Talaud yang dengan semangat menyambut Salib IYD bahkan mengajak seluruh umat agar terlibat aktif dan mengikuti seluruh rangkaian prosesi salib itu. “Ini tentunya momentum yang sangat langkah, maka hendaknya umat, terlebih orang muda mengikuti prosesi ini dengan penuh iman dan cinta akan Kristus,” harapnya.

Dari Pelabuhan Lirung, Salib IYD dibawa ke Paroki Santa Familia Mangaran. Di sana, salib itu akan diarak selama satu minggu dan tanggal 9 Juli 2016 akan diarak ke Paroki Maria Ratu Damai Melonguane, kemudian ke Paroki Santa Maria Siau dan berakhir di Paroki Santo Yohanes Rasul Tahuna di pekan terakhir Juli.

Pastor Delis Umbas Pr menjelaskan bahwa prosesi Salib IYD itu dalam rangka IYD yang dirayakan lima tahun sekali. “Perayaan kedua tahun ini dipusatkan di Keuskupan Manado dan perayaan puncaknya, di bulan Oktober, akan dihadiri oleh seluruh orang muda di Indonesia, setiap keuskupan mengutus 100 orang,” jelasnya.

Pastor Delis berharap, dengan prosesi Salib IYD orang lebih menghormati Kristus, yang telah menyerahkan nyawa-Nya disalib untuk selamatkan umat manusia.  “Prosesi Salib IYD ini untuk mendatangkan rasa hormat dan cinta dari manusia kepada Kristus yang dengan salib menyerahkan diri untuk menyelamatkan manusia,” tegas imam itu.

Ketika tulisan ini diturunkan, 4 Juli 2016, dalam perhitungan mundur berarti 88 hari menuju IYD II 2016. Salib IYD telah diarak sejak Januari mengelilingi enam kevikepan dari sembilan kevikepan di Keuskupan Manado. Pada hari hitungan mundur ke-100, tepatnya 22 Juni 2016, Uskup Manado Mgr Josef Suwatan MSC dalam sambutannya terkejut karena peserta IYD itu akan datang dari 37 keuskupan se-Indonesia dan 63 paroki se-Keuskupan Manado, yang terletak di Propinsi Sulawesi tengah, Propinsi Gorontalo dan Propinsi Sulawesi Utara, dan jumlahnya  100.

Uskup juga menghargai karena dalam prosesi itu bukan hanya Orang Muda Katolik yang membawa Salib IYD itu tetapi juga pemerintah bahkan kaum muda beragama lain termasuk Protestan dan Islam.

IYD dilaksanakan 5 tahun sekali. IYD yang pertama dilaksanakan di Keuskupan Sanggau. Sebelumnya, tanggal 25-31 Juli 2016 akan diadakan Word Youth day (WYD) di Krakow, Polandia. Tahun  depan, Asian Youth Day ketujuh akan dilaksanakan di Keuskupan Agung Semarang tahun 2017.(rey)

IMG_2289

IMG_2300

Keterangan foto:

1. Salib IYD Diarak dengan menggunakan perahu menuju Paroki Santa Familia Mangaran

2. Wabup Talaud Petrus Tuange menerima Salib IYD dari Vikep Nusa Utara Pastor Delis Umbas Pr.

2. Wabup Talaud Petrus Tuange menyerahkannya kepada Ketua DPP Paroki Santa Familia Mangaran.

3.

Tinggalkan Pesan