egallery7-4

PEKAN BIASA XIII (H)
Harun, Imam Agung;
Santo Oliver Plunkett; Santo Teodorikus

Bacaan I: Am. 8:4-6.9-12

Mazmur: 119:2.10.20.30.40; R:Mat. 4:4

Bacaan Injil: Mat. 9:9-13

Pada suatu hari, Yesus melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: ”Ikutlah Aku.” Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: ”Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata: ”Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Renungan

Lewat Nabi Amos, Tuhan bersabda bahwa Ia akan mengirimkan kelaparan, tetapi bukan kelaparan akan makanan dan minuman, melainkan akan Sabda-Nya. Tujuannya jelas, agar orang tidak hanya mencari kepuasan makanan jasmani, tetapi juga rohani. Supaya kita dapat mendengarkan Sabda Allah, Yesus juga memanggil dan mengutus rasul-Nya. Matius dipanggil dari pemungut cukai menjadi penjala manusia; dari bekerja mengurus uang, berpindah mengurus manusia; dari pewarta pajak, menjadi pemberita Injil.

Pewartaan Injil masih dibutuhkan di masa kini. Pelayanan sakramen dan sosial saja tidak cukup. Menjadi pewarta bukan hanya tugas para religius dan katekis. Semua murid Yesus dipanggil dan diutus menjadi pemberita Injil.

Mewartakan kegembiraan Injil ini menjadi tema pokok Paus Fransiskus dalam Evangelii Gaudium. Paus mengingatkan kita akan pentingnya panggilan kita sebagai orang Kristen, yang harus mewartakan Injil dengan gembira dan dengan kesaksian nyata.

Kesediaan kita menjadi pewarta dinanti banyak orang. Masih banyak orang yang haus akan Sabda Allah. Marilah kita menjadi pewarta bukan dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kesaksian hidup yang baik dan gembira.

Ya Tuhan, semoga aku hidup dengan gembira karena keselamatan yang telah kuterima dan mau menjadi pewarta karya keselamatan-Mu. Amin.

 

Tinggalkan Pesan