Yesus-utus-kedua-belas-rasul

PEKAN BIASA X
Peringatan Wajib Santo Barnabas, Rasul (M)

Bacaan I: Kis. 11:21b-26; 13:1-3

Mazmur: 98:1. 2-3ab. 3c-4. 5-6; R:2b

Bacaan Injil: Mat. 10:7-13

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: ”Pergilah dan berita­kanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.”

Renungan

Sejak menerima Sakramen Pembaptisan, semua pengikut Kristus mendapat tugas yang sama, yakni menjalankan misi perutusan. Dalam berbagai bentuk dan situasi apa pun, semua diutus untuk memberitakan kabar baik Kerajaan Allah yang telah dirintis oleh putra-Nya, Yesus Kristus. Hal ini sudah dimulai oleh Yesus ketika ia mengutus kedua belas murid-Nya untuk memberitakan Kerajaan Allah dengan menyembuhkan orang sakit, membangkitkan yang mati, mentahirkan yang kusta, dan mengusir setan-setan. Kedua belas murid sudah lama berada bersama Yesus, tinggal bersama-Nya, mendengarkan Sabda-Nya dan melihat berbagai mukjizat yang dilakukan oleh Yesus. Saatnya mereka harus mandiri dan dengan penuh kepercayaan diri melakukan apa yang telah dibuat oleh Yesus.

Menariknya, Yesus melarang mereka untuk membawa perlengkapan apa pun sebagai modal dalam perjalanan. Mereka tidak diperkenankan membawa emas, perak ataupun tembaga. Bekal pun tidak boleh dibawa serta. Demikianpun baju, cuma satu helai, dan tidak membawa kasut dan tongkat. Bukankah barang-barang tersebut merupakan hal mendasar dalam sebuah perjalanan?

Tentu Yesus punya alasan. Pertama, agar para rasul tidak mencemaskan kekurangan yang bakal dialami dalam tugas perutusan, sebab dari awal mereka dikondisikan dalam situasi kekurangan. Dengan demikian, fokus mereka cuma pada tugas yang diberikan oleh Yesus. Kedua, Yesus membangun keyakinan pada diri para rasul bahwa setiap perbuatan baik yang dilakukan dengan sunguh-sungguh akan mendatangkan kebaikan pula. Setiap pekerja patut mendapat upah, yang dimaksudkan Yesus adalah bahwa jika mereka menabur kebaikan pasti mereka akan mengalami kebaikan dari orang yang dijumpai. Ketiga, Yesus menanamkan dalam diri para rasul rasa kepercayaan dan menggantungkan diri pada Dia yang memberikan perutusan. Keyakinan akan penyertaan Yesus membuat mereka percaya diri dan tidak cemas dalam menghadapi setiap tantangan yang bakal mereka hadapi.

Ya Tuhan, dampingilah aku senantiasa agar aku sanggup dan siap sedia menjalankan tugas pelayanan yang dipercayakan kepadaku. Amin.

Tinggalkan Pesan