DSCN3487

Uskup Bogor mengajak seluruh anggota Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) untuk tidak bosan-bosannya melakukan kebaikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tiga hal yang perlu dilakukan menurut uskup itu adalah “mengenali diri bahwa setiap pribadi adalah pilihan Allah, melakukan perbuatan baik yang dikehendaki Allah, serta menjauhkan diri dari perbuatan keinginan daging.”

Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM berbicara dalam homili Misa Dies Natalis ke-58 ISKA di Aula Yustinus, Unika Atmajaya, Jakarta, 27 Mei 2016. Konselebran Misa Dies Natalis yang mengusung tema “Nasionalisme dan Solidaritas Tanpa Sekat” itu adalah Sekretaris Eksekutif Komisi Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Pastor Guido Suprapto Pr dan pembimbing rohani ISKA Pastor Greg Soetomo SJ.

Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, mantan Menteri Perumahan Cosmas Batubara, Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi, dan sekitar 200 undangan hadir dalam Misa itu.

Menurut Uskup Bogor, setiap orang menyadari bahwa ia dipilih Allah sehingga mampu melakukan perbuatan-perbuatan baik, dan karena dipilih oleh Allah maka setiap orang tidak terjerumus dalam perbuatan yang mengarah kepada kerakusan atau ketamakan.

“Menyadari diri sendiri dipilih oleh Allah, maka semua orang, termasuk seluruh anggota ISKA di mana pun berada, harus melakukan perbuatan baik seperti yang dikehendaki Allah,”’ kata uskup itu.

Mgr Bruno Syukur mengakui bahwa berbagai kegiatan ISKA yang telah dilaksanakan selama ini telah memberikan kontribusi yang baik bagi negara. Maka uskup itu berharap di masa-masa yang akan datang ISKA bisa berperan lebih banyak untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa.

Bacaan Injil tentang pohon ara, jelas uskup, sesungguhnya memberikan makna bahwa setiap pohon yang baik pasti menghasilkan buah yang baik. “ISKA pun bisa memberikan manfaat bagi perjalanan bangsa dan negara ini, sehingga masyarakat menikmati manfaat terhadap apa yang dilakukan ISKA.”

Luhut Pandjaitan juga mengajak ISKA untuk melakukan kebaikan bagi bangsa Indonesia, misalnya membantu pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kala yang menghadapi kesulitan dalam bidang ekonomi, politik, hukum dan keamanan. “Pemerintah membutuhkan peran dari organisasi seperti ISKA untuk ikut membangun bangsa ini,” katanya.

Ketua Presidium ISKA Pusat Muliawan Margadana mengajak semua anggota ISKA untuk mengembangkan nasionalisme yang peduli pada kenyataan akan perbedaan, “karena di sanalah letak nasionalisme yang harmoni, di dalamnya saling menghormati, menghargai, saling peduli dan tenggang rasa.”

Margana mengajak semua pihak untuk menjaga dan melestarikan secara kreatif dan kontekstual kebangsaan dan nasionalisme melalui “gerakan solidaritas tanpa sekat, gerakan sebagai bangsa yang lahir majemuk dan bangga akan kemajemukan.”

Pastor Guido Suprapto mengatakan bahwa Gereja Katolik mengharapkan peran ISKA yang lebih besar di masa-masa mendatang. “Diharapkan kerja sama yang sangat kuat di antara ISKA dan setiap keuskupan di Indonesia sehingga seluruh anggota masyarakat di negeri tercinta ini merasakan peran ISKA yang semakin nyata. (Korad R Mangu)

Keterangan Foto: Uskup Bogor didampingi Pastor Guido Suprapto Pr dan Pastor Greg Soetomo SJ

Tinggalkan Pesan