Kaul Sr. Benediktin (2)

Jadilah pontifex (pembangun atau pekerja jembatan) kecil, sehingga relasi dan cinta akan Kristus menjadi lebih hangat dan kuat, serta lebih taat mengasihi sesama sebagai jaminan dan syarat untuk menuju tujuan akhir hidup yang abadi.

Uskup Agung Kupang Mgr Petrus Turang berbicara dalam homili Misa Pengikraran Kaul Delapan Suster Ordo Santo Benediktus (OSB) di hadapan Pimpinan Tertinggi OSB Suster Madre Abbadessa OSB di Kapela Biara Benediktin Santa Maria Delle Grazie Orte di Sikumana, Maulafa, Kupang, pada Pesta Tritunggal Maha Kudus, 22 Mei 2016.

“Pesta Tritunggal Maha Kudus setidaknya dipandang sebagai saat untuk berubah dari kesesatan hidup selama ini dan mulai kembali membangun relasi dalam membangun persekutuan yang merupakan jembatan untuk menghadirkan Tritunggal dalam hidup keseharian kita,” kata Mgr Turang.

Menuju tujuan akhir, jelas Uskup Agung Kupang, bukan soal kawin atau tidak kawin, karena sama-sama merupakan aplikasi cinta kasih yang adalah ajaran utama Gereja Katolik. “Kita hanya dipanggil ke jalan-jalan berbeda sebagai evangelisator masa kini dengan cara masing-masing, sehingga dunia semakin mengenal Kristus melalui tindakan dan perbuatan yang mencerminkan kehidupan orang Kristen.”

Mgr Turang yang didampingi Vikjen Keuskupan Agung Kupang Pastor Gerardus Duka Pr  juga mengingatkan para suster bahwa pengikraran kaul adalah bentuk penyerahan hati dan diri kepada Tuhan dengan sentuhan Roh Kudus. “Biarawan-biarawati memelihara hati yang tak terbagi bagi Kristus dalam pelayanan kepada sesama,” kata Uskup Turang.

Dua dari delapan suster, yakni Suster Maria Emanuela Nena OSB dan Suster Maria Faustina Ua OSB mengikrarkan kaul sementara yang ditandai dengan pembacaan janji dan pengenaan kerudung hitam oleh Suster Madre Abbadessa.

Enam suster lain mengikrarkan kaul agung (monastik) yang ditandai penyerahan cocollla (busana doa), penyerahan cincin, breviario, dan penerimaan menjadi anggota keluarga Monastik. Mereka adalah Suster Myriam OSB, Suster Maria Stefania OSB, Suster Maria Lucia OSB, Suster Maria Benedicta OSB, Suster Maria Priscilla OSB, dan Suster Maria Letizia OSB.

Uskup Turang meminta kepada para suster itu untuk memelihara hati yang murni sebagai iman akan Kristus melalui ora et labora dalam pewartaan Kerajaan Allah dalam hidup sebagai Rubiah Benediktin.

“Kepada para suster ini sudah diberikan seperangkat alat untuk berdoa, untuk mewujudkan ora dalam kehidupan mereka, dan mereka juga harus diberi cangkul dan sejenisnya untuk labora, sehingga kehidupan menjadi seimbang,” kata Mgr Turang di depan umat yang juga memadati halaman Kapel Benediktin Sikumana di siang itu. (Mariana Sogen)

Kaul Sr. Bendiktin

Kaul Sr. Bendiktin 4

Tinggalkan Pesan