Lima roti dua ikan

PEKAN BIASA IX
Tubuh & Darah Kristus (P)
Santa Teodosia dari Konstantinopel; Beato Yoseph Gerard, Santo Maxi (minus); Santa Maria Anna dari Paredes

Bacaan I: Kej. 14:18-20

Mazmur: 110:1.2.3.4; R:4bc

Bacaan II: 1Kor. 11:23-26

Bacaan Injil: Luk. 9:11b-17

Sekali peristiwa, Yesus dan para murid-Nya menyingkir ke sebuah kota bernama Betsaida. Akan tetapi, orang banyak mengetahuinya, lalu mengikuti Dia. Ia menerima mereka dan berkata-kata kepada mereka tentang Kerajaan Allah dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan. Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: ”Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi.” Tetapi Ia berkata kepada mereka: ”Kamu harus memberi mereka makan!” Mereka menjawab: ”Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini.” Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: ”Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok.” Murid-murid melakukannya dan menyuruh semua orang banyak itu duduk. Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul.

Renungan

Pada pesta Tubuh dan Darah Kristus yang kita rayakan ini, kita ingin mengenangkan secara khusus kehadiran Yesus di dalam Ekaristi Mahakudus. Bagi orang-orang lain, kehadiran Yesus di dalam Ekaristi sulit diterima. Tetapi, kepercayaan kita terhadap Ekaristi Kudus tidak didasarkan pada kebenaran fisis, melainkan pada perintah Yesus pada saat Perjamuan Malam Terakhir: ”Inilah Tubuh-Ku, inilah Darah-Ku. Lakukanlah ini sebagai kenangan akan Daku” (bdk. Mrk. 14:22-24; Luk. 22:17:19)). Mungkin kalau kata-kata itu diucapkan oleh manusia biasa, hosti dan anggur akan tetap tinggal hosti dan anggur. Tetapi, karena kata-kata itu diucapkan oleh Kristus sendiri, maka halnya menjadi lain. Roti dan anggur itu telah berubah rupa menjadi Tubuh dan Darah Kristus.

St. Cyrilus pernah berkata: ”Dia yang menerima Tubuh dan Darah Kristus bersatu dengan Dia sehingga dia ditemukan di dalam Kristus dan Kristus ditemukan di dalam Dia.” Hal itu berarti bahwa setiap kali menerima komuni kudus itu, kita membawa Kristus di dalam diri kita. Lebih lanjut hal itu berarti pula bahwa tingkah laku kita hendaknya selaras dengan keinginan Kristus yang ada di dalam Tubuh kita. Pada pesta Tubuh dan Darah Kristus ini, kita diingatkan kembali untuk semakin sering menerima Tubuh dan Darah Kristus karena ‘barangsiapa makan Tubuh-Nya dan minum Darah-Nya akan memperoleh kehidupan kekal’ (bdk. Yoh. 4:13-14).

Tuhan, janganlah membiarkan aku terpisah dari-Mu karena lalai menyambut Tubuh Darah-Mu di dalam Ekaristi Kudus. Amin.

Tinggalkan Pesan