Tubuh dan darah Kristus

Paus Fransiskus merayakan Misa di tangga Katedral Roma, Basilika Santo Yohanes Lateran, pada hari Kamis 26 Mei 2016 malam, untuk merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, yang dirayakan di Indonesia pada hari Minggu 29 Mei 2016.

Dalam homili yang disiapkan untuk Misa itu, Paus Fransiskus memfokuskan pada Ekaristi sebagai sumber kekuatan Kristen. “Sejak awal,” kata Paus, “Ekaristilah yang menjadi pusat dan pola kehidupan Gereja. Namun Paus juga memikirkan tentang semua orang kudus, yang terkenal maupun yang anonim, yang ‘menghancurkan’ diri mereka sendiri, kehidupan mereka sendiri, guna ‘memberi makan’ saudara-saudari mereka.”

Bapa Suci melanjutkan dengan mengatakan, “betapa banyak ibu, betapa banyak ayah, dengan potongan roti yang mereka sediakan setiap hari di meja-meja rumah-rumah mereka, telah menghancurkan hati mereka agar anak-anak menjadi tumbuh besar dan sehat; betapa banyak orang Kristen, sebagai warga negara bertanggung jawab, telah menghancurkan hidup mereka sendiri demi membela martabat semua orang, terutama yang paling miskin, kaum marjinal dan korban diskriminasi. Dari mana mereka menemukan kekuatan untuk melakukan hal ini?” tanya Paus.

“Dalam Ekaristi: dalam kekuatan cinta Tuhan yang Bangkit, yang hari ini juga memecahkan roti untuk kita dan kembali mengatakan: ‘Lakukanlah ini sebagai kenangan akan Daku’,” tandas Bapa Suci.

Radio Vatikan melaporkan, liturgi itu diikuti dengan prosesi Ekaristi dengan obor bernyala dari Basilika Lateran ke Basilika Santa Maria Maggiore yang berada di dekatnya. Prosesi itu merupakan kesempatan bagi kelompok-kelompok paroki, perkumpulan-perkumpulan dan semua jenis organisasi amal kasih serta persaudaraan untuk memberikan kesaksian publik tentang misteri iman yang iman bahwa Yesus Kristus benar-benar dan sungguh-sungguh hadir secara substansial: tubuh, darah, jiwa dan ke-Allah-an, dalam rupa potongan-potongan roti dan anggur.

Banyak orang mengikuti prosesi itu dengan menyaksikannya dari jendela-jendela atau balkon-balkon bangunan di sepanjang jalan dari Basilika Lateran melalui Jalan Merulana ke Basilika Santa Maria Maggiore, atau ikut berjalan kaki dalam prosesi itu sendiri.

Misa dan prosesi itu berlangsung sekitar dua setengah jam, dan berakhir di tengah malam dengan adorasi Ekaristi dan pemberkatan yang dipimpin Paus Fransiskus.

Paus berharap dalam homilinya agar prosesi Ekaristi yang diselenggarakan sesudah Misa itu menanggapi perintah Yesus. “Tindakan untuk memperingati Dia; tindakan untuk memberikan makanan orang banyak orang saat ini; tindakan untuk membuka iman dan kehidupan kita sebagai tanda kasih Kristus bagi kota ini dan bagi seluruh dunia.” (pcp berdasarkan Radio Vatikan)

Corpus Christi1

Corpus Christi4

Corpus Christi

Tinggalkan Pesan