the-bible-jesus-and-disciples

PEKAN BIASA VIII (H)
Santo Beda Venerabilis; Santo Gregorius VII;
Santa Magdalena dan Sofia

Bacaan I: 1Ptr. 1:18-25

Mazmur: 147:12-13.14-15.19-20; R:12a

Bacaan Inji l: Mrk. 10:32-45

Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan ke Yerusalem dan Yesus berjalan di depan. Murid-murid merasa cemas dan juga orang-orang yang mengikuti Dia dari belakang merasa takut. Sekali lagi Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan Ia mulai mengatakan kepada mereka apa yang akan terjadi atas diri-Nya, kata-Nya: ”Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, dan Ia akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit.” Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: ”Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!” Jawab-Nya kepada mereka: ”Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?” Lalu kata mereka: ”Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu.” Tetapi kata Yesus kepada mereka: ”Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?” Jawab mereka: ”Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka: ”Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan.” Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Renungan

Injil hari ini sekali lagi menunjukkan bahwa para murid Yesus tidak mengerti tugas perutusan ke dunia. Ketika Yesus sedang berbicara tentang makna perjalanan-Nya ke Yerusalem bahwa Dia akan diserahkan kepada imam-imama kepala, dijatuhi hukuman mati, dan disalibkan, tetapi kemudian bangkit lagi, Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, meminta supaya dalam kerajaan yang akan didirikan Yesus, mereka menjadi orang-orang penting di dalamnya. Mereka berpikir bahwa Yesus datang untuk menghalau penjajah Roma dan membangun sebuah kerajaan di mana mereka menjadi orang penting dalam kerajaan itu. Ketika Yesus wafat di kayu salib, para murid itu terpencar dan meninggalkan Yesus. Mereka menilai Yesus gagal sebagaimana terdengar dari percakapan kedua murid dari Emaus yang kembali ke kampung halaman mereka.

Sama seperti murid-murid Yesus, kita mungkin juga kadang-kadang gagal memahami misi perutusan Yesus ke dunia. Yesus mengajarkan kita jalan yang tidak gampang. Menjadi pengikut-Nya berarti mengikuti jalan yang telah ditempuh-Nya, yakni jalan salib, jalan penyangkalan diri, jalan cinta kasih, jalan kerendahan hati, dan lain-lain sebagaimana diajarkan-Nya di dalam Injil. Bercermin dari pengalaman para rasul, kita dapat belajar bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Dalam terang kebangkitan Kristus kita percaya, di balik kegagalan terselubung misteri kemuliaan, asalkan kita mau bangkit dan berubah menjadi manusia baru. Namun, bukan menurut yang kita kehendaki, tetapi kehendak Tuhanlah yang utama.

Tuhan, bantulah aku agar aku dapat menjadi murid-Mu yang setia dalam mengikuti jalan-jalan yang telah Engkau tunjukkan kepadaku. Amin.

 

Tinggalkan Pesan