Dok HID MPAB

Seorang mahasiswi Akademi Kesehatan John Paul II Pekanbaru hari itu datang ke pasar tradisional dan bersentuhan langsung dengan para pedagang kecil. Hasilnya, wanita itu merasakan bahwa  kegiatan itu, “mengajarkan saya tentang pentingnya bersyukur dan berbagi.”

Lebih jauh, mahasiswi analisis kesehatan bernama Ratna Sianturi itu bersaksi bahwa kesempatan itu semakin membulatkan tekadnya untuk ambil bagian dalam kegiatan kemasyarakatan di PMKRI, khususnya di bidang kesehatan sesuai ilmu yang didapatkan di kampusnya.

Ratna adalah salah satu peserta kegiatan ekskursi sosial yang dilakukan dalam rangka Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) tahun 2016 dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pekanbaru “Sanctus Albertus Magnus.”

Ketua Panitia Pelaksana Marta Manik menyampaikan bahwa MPAB 2016 mengesahkan 18 peserta, yang berasal berbagai universitas dan akademi di Kota Pekanbaru, menjadi anggota muda PMKRI.

Kegiatan selama tiga hari, 20-22 Mei 2016, di Wisma KNPI Riau, Pekanbaru, itu diawali Misa yang dipimpin Moderator PMKRI Pastor Benediktus Manullang Pr dan diakhiri dengan sidang penutupan yang dipimpin langsung oleh Ketua Presidium PMKRI Cabang Pekanbaru Greendo Situmorang.

MPAB 2016 bertema “Menciptakan Kader yang Mengenal Jati Dirinya dan Mewujudkan Persaudaraan Sejati.” Sesuai tema itu, tegas Greendo, PMKRI sebagai organisasi pembinaan dan kaderisasi “memiliki tanggung jawab untuk terlibat dalam pemecahan gejolak sosial yang terjadi di tengah masyarakat dewasa ini.”

Melalui proses MPAB, tegasnya, PMKRI akan menuntun setiap kader untuk mengenal jati dirinya serta memupuk persaudaraan sejati. “Melalui sistem pembinaan dan proses di perhimpunan, setiap kader akan dituntun untuk mengenal jati diri,” tegasnya.

Dengan mengenal jati diri dan karakter yang dimiliki, lanjut Greendo, “setiap kader PMKRI diharapkan memiliki nilai tambah juga pembeda dalam hidup bermasyarakat.”

MPAB merupakan salah satu jenjang pendidikan formal di tubuh PMKRI dengan tujuan untuk melanjutkan perhimpunan. Kegiatan internal itu diisi dengan materi-materi dasar tentang pengenalan PMKRI kepada peserta. Dalam kegiatan itu, peserta juga diajak bersentuhan langsung dengan kondisi sosial dan kehidupan kelompok marjinal melalui ekskursi sosial.

Dengan ekskursi sosial itu, Ratna yang lahir di Pekanbaru dan kini duduk di semester 4 itu ingin menjadikan MPAB sebagai momentum untuk mengakrabkan diri dengan organisasi Katolik, organisasi dengan jiwa sosial yang tinggi dan memiliki spiritualitas.

“PMKRI adalah organisasi pertama yang saya ikuti. Melalui MPAB saya ingin mengenal PMKRI lebih jauh supaya lebih akrab dan tahu lebih jauh tentang organisasi ini,” lanjut Ratna. (Fibrisio H Marbun)

Keterangan Gambar: Foto bersama Dewan Pimpinan Cabang PMKRI Pekanbaru, panitia dan anggota muda yang baru lulus MPAB

 

Tinggalkan Pesan