18-march-1

PEKAN BIASA VII (P)
Santo Petrus Salestinus; Santo Dustan;
Beato Clemens dari Osimo dan Agustinus Tarano

Bacaan I: Yak. 5:1-6

Mazmur: 49:14-15ab.15cd-16.17-18.19-20; R:Mat 5:3

Bacaan Injil: Mrk. 9:41-50

Pada suatu hari berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya: ”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya. Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut. Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung daripada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.] Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.] Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam. Karena setiap orang akan digarami dengan api. Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.”

Renungan

Dalam Injil hari ini, Yesus mengemukakan sebuah ajaran sederhana tentang ganjaran dan hukuman. ”Barang siapa memberi kamu minum secangkir karena kamu adalah murid Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya” (Mrk. 9: 41). Alasannya adalah setiap orang yang berkebutuhan adalah milik Yesus. Dengan kata lain, Yesus hadir di dalam diri setiap orang yang berkebutuhan. Karena itu, Yesus akan membalas jasa mereka. Perbuatan baik itu tidak harus selalu perihal yang besar-besar, apalagi berada di luar kemampuan kita. Memberi secangkir air minum kepada orang yang membutuhkan atau menunjuk jalan kepada orang tersesat saja merupakan perbuatan cinta kasih dan akan diganjari Tuhan.

Sebaliknya pun bisa terjadi. Yesus bersabda, ”Barangsiapa menyesatkan salah seorang dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya dan lalu ia dibuang ke dalam laut” (Mrk. 9:42). Seseorang yang menyebabkan salah seorang saudaranya yang lemah tersandung dan jatuh, telah membuat dosa. Dia akan mendapat hukuman yang setimpal. Berbuat dosa memang merupakan sebuah kejahatan. Tetapi, menyebabkan orang lain berbuat dosa sesungguhnya lebih jahat lagi.

Tuhan, bantulah aku untuk selalu dapat berbuat baik dan mengelakkan yang jahat! Semoga hati dan pikiranku hanya memikirkan yang baik dan benar saja. Amin.

 

 

Tinggalkan Pesan