Mc 9, 38-43.45.47-48 b

PEKAN BIASA VII (H)
Beato Willem Toulouse; Santo Yohanes I; Santo Leonardus
Murialdo; Santo Feliks dari Cantalice

Bacaan I: Yak. 4:13-17

Mazmur: 49:2-3.6-7.8-10.11; R:Mat. 5:3

Bacaan Injil: Mrk. 9:38-40

Pada suatu hari Yohanes berkata kepada Yesus: ”Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” Tetapi kata Yesus: ”Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.”

Renungan

Kepada orang-orang yang terlalu angkuh dan menganggap diri sebagai penguasa dalam kehidupan, Santo Yakobus dalam bacaan pertama hari ini menasihatkan untuk menempatkan segala sesuatu ke dalam penyelenggaraan Ilahi. ”Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu” (Yak. 4:15). Menurut Santo Yakobus, tidak ada guna memegahkan diri. Adalah lebih berguna kalau dalam setiap ada peluang untuk berbuat baik orang mesti berbuat baik karena kalau dia mengabaikan hal itu, maka dia telah berbuat dosa.

Keangkuhan juga menghinggapi para murid Yesus. Mereka merasa diri sebagai kelompok eksklusif. Karena itu di dalam injil hari ini mereka merasa terancam ketika orang di luar kelompok melakukan perbuatan baik atas nama Yesus. Yesus menegur mereka dengan mengatakan: ”Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita” (Mrk. 9:40) Ukuran untuk menentukan apakah seseorang itu murid Yesus atau seorang beragama atau tidak adalah perbuatan baik. Andai semua orang beragama berpikir dan berlaku seperti ini niscaya tidak lagi ada perang atas nama agama.

Tuhan, jauhkanlah dari diriku sikap angkuh! Sebaliknya, bantulah aku agar terus berbuat baik kepada siapa saja yang berada di sekelilingku! Amin.

 

Tinggalkan Pesan