160514-Yoh.15-9-17-bukankamuygmemilihAku

PEKAN PASKAH VII
Pesta Santo Matias, Rasul (M)
Santa Maria Dominika Mazzarello; Santo Mikael Garicoits

Bacaan I: Kis. 1:15-17.20-26

Mazmur:  113:1-2.3-4.5-6.7-8; R:8

Bacaan Injil: Yoh. 15:9-17

Dalam perjamuan malam terakhir Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya: ”Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

Renungan

Hari ini Gereja merayakan Pesta Santo Matias Rasul. Matias dipilih menjadi rasul untuk menggantikan Yudas Iskariot yang telah mengkianati Yesus. Dalam bacaan pertama, sebelum pilihan dimulai, Petrus sebagai ketua para rasul mengemukakan syarat. Calon yang dipilih mestinya adalah seorang yang pernah bersama-sama mereka berjalan bersama Yesus sejak Yesus dipermandikan di Sungai Yordan hingga Dia wafat dan kemudian bangkit dari alam maut. Dengan syarat seperti itu Petrus mau mengatakan bahwa seorang rasul haruslah seorang yang pernah mengalami Yesus secara pribadi di dalam hidupnya.

Seorang murid tidak mungkin mengasihi Yesus kalau dia tidak mempunyai pengalaman pribadi akan Yesus. Tantangan untuk kita adalah apakah kita mempunyai pengalaman pribadi dengan Yesus? Tidak sedikit orang yang belajar atau tahu tentang Yesus, tetapi banyak juga orang yang tidak mempunyai pengalaman pribadi dengan-Nya. Orang yang bukan Kristiani pun bisa saja mengenal atau mengetahui Yesus dari bacaan-bacaan, tetapi mereka itu tidak termasuk murid Yesus karena mereka tidak percaya kepada-Nya. Sebagai murid Tuhan, kita mestinya memiliki iman yang sungguh dan pengalaman pribadi yang mendalam akan Yesus, selain pengetahuan yang memadai tentang Dia melalui bacaan Kitab Suci dan bacaan rohani lainnya. Dan semuanya itu menyata dalam hidup doa dan karya kasih kita.

Tuhan Yesus, terima kasih telah memilih aku menjadi salah seorang murid-Mu. Berkatilah hidup dan karyaku agar aku mampu menjadi murid yang efektif. Amin.

 

Tinggalkan Pesan